Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Female DJ Arien Cathrine; Tak Bisa Diam Kalau Lagi ‘Main’

06 April 2019, 11: 00: 29 WIB | editor : I Putu Suyatra

Female DJ Arien Cathrine; Tak Bisa Diam Kalau Lagi ‘Main’

DJ ARIEN CATHRINE: Sosok DJ cantik satu ini memiliki ciri khusus, yaitu tak bisa diam. Ini memacu adrenalin. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KUTA - Menjadi seorang peramu musik atau yang lebih dikenal dengan nama Disc Jockey (DJ) memang semakin mencuri perhatian banyak orang. Apalagi jika ‘captain’ party tersebut diperani oleh kaum hawa. Selain mumpuni meramu musik Elektronic Dance Music (EDM), talent female DJ juga kerap memperlihatkan ciri khas atau karakter gaya aksi pertunjukan kala perform di balik turning table untuk bisa ‘menghipnotis’ para penikmatnya

Ini juga dilakukan oleh female DJ Arien Cathrine. Sosok perempuan cantik yang kini berdomisili di Jakarta ini menuturkan, bahwa dirinya berupaya untuk selalu memperlihatkan karakter penampilan yang sekiranya sangat bisa membedakan dengan talent female DJ lain. Seperti yang kerap diperlihatkannya adalah selalu tampil atraktif dan energik dengan perpaduan aksi koreografi.


“Kalau ciri khas aku, ya mungkin ngak bisa diam aja kalau lagi ‘main’.  Dan kalau boleh jujur, aku emang dasarnya ngak bisa diam. Jadi kadang, kalau crowd diam, aku lebih heboh sendiri saja. Entar juga mulai pada have fun kok dengan suguhan aku,” tuturnya dengan sedkit tertawa kepada Bali Express (Jawa PosGroup).

Bagi dara cantik kelahiran Bukit Tinggi, 27 Oktober 1989 ini, cara tersebut mampu memantik adrenalin penikmat musik EDM untuk ikut jingkrak goyang bersama. Hal itu sempat ia perlihatkan kala tampil di tengah kemeriahan ingar-bingar suasana panggung hiburan malam di Lxxy Club Bali.


“Karena aku hobi traveling ke Bali juga, tentu harus memiliki gaya penampilan yang lebih ya. Jadi seru-seru dengan gaya seperti ciri khas aku, kadang-kadang sangat tepat untuk diperlihatkan. Dan juga karena aku sering main di kota yang aku suka, sering aku extend dan explore gaya aku agar lebih berkarakter lagi,” jelasnya. Meski demikan, mantan model di Hugos Cafe ini tidak mengelak, jika karakter tersebut harus diimbangi pula dengan skill bermusik yang mumpuni. Arien, begitu ia akrab disapa ini mengaku jika dirinya selalu memperlitkan totalitas dalam berkarya. Keseriusan itu pula yang membuatnya masih tetap eksis di skena musik EDM sejak tahun 2016.


“Paras cantik dan seksi memang modal ya bagi kalangan female DJ. Cuman yang perlu diingat, kalau bermusik pasti lebih ke skill. Kalau cuman ngandalin penampilan tapi mainnya minim kualitas, orang bisa nilai dan mikir-mikir juga untuk kasih job manggung,” sebutnya. “Nah, makanya bagi aku sendiri, skill is a must. Dan lebih bagus lagi di tunjang penampilan yang menarik, baik dari segi kostum hingga ciri khas penampilan yang atraktif dan enejik,” sambung pecinta genre musik RNB, Hip-hop dan trap ini.

Tidak lah heran, peran yang digeluti Arien hingga saat ini masih ‘laku’ di industri panggung hiburan malam bahkan hingga menghantarkan namanya untuk bisa ‘unjuk gigi’ hingga ke luar negeri. Seperti di Filipina dan paling sering di Malaysia.


Sementara itu, terkait style kostum yang sering dikenakan kala tampil di balik terning table, perempuan yang sempat tergabung bersama komunitas DJ Opco Management ini mengaku, jika dirinya tidak terlalu suka untuk tampil fulgar. Baginya tampil seksi yang masih sebatas wajar saja. Pilihan gaya seperti itu diakui Arien karena tidak ingin di cap negatif, mengingat stigma miring sebagai masyarakat terkait profesinya itu belum begitu di terima.

“Memang jika menyoal dirayu kaum lelaki ataupun anggapan miring orang terhadap profesi DJ sering aku hadapi. Tapi kembali lagi ke diri masing-masing. Salah satu caranya ya dengan menjaga penampilan yang tidak seronok dan memperlihatkan attitude baik. Nah makanya, aku ngak terlalu mau berpenampilan seksi. Karena itu juga yang mengundang orang untuk berlaku ngak sopan,” tegasnya.


Meski demikian, Arien menegskan jika tantangan tersebut tidak menyulutkan semangatnya untuk terus menggeluti profesi DJ. Terlebih, perannya di atas controller DJ untuk memainkan musik serta menghibur banyak orang adalah salah satu bagian dari hobi sekaligus passionnya. “Awalnya aku adalah model. Dan kenapa aku ninggalin profesi itu, ya itu tadi passion dan hobi aku lebih ke dunia musik,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia