Selasa, 21 May 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
Pesisi Restaurant The Alantara Sanur

Bumbu Lembut, Lawar Kenus dan Babi Kecap

06 April 2019, 11: 05: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bumbu Lembut, Lawar Kenus dan Babi Kecap

TRADISIONAL: Menu tradisioanl namun sudah masuk dengan rasa dan lidah internasional. Menu ini cukup digemari oleh wisatawan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SANUR - Lawar menjadi salah satu menu masakan khas Bali yang identik dengan daging babi atau ayam, namun di maaing-masing kabupaten di Bali memiliki jenis lawar yang disesuaikan dengan potensi yang da di kawasan tersebut. 

Seperti Lawar Kenus yang populer di kawasan pesisir Pulau Bali. Lawar kenus atau yang lebih akrab disebut lawas cumi-cumi ini merupakan salah satu olahan khas kawasan Pesisir Pulau Bali. Bagi wisatawan yang ingin menikmati lawar Kenus, sat ini sudah banyak restoran atau destinasi Kuliner yang menyediakan jenis makanan ini, tidak saja di kawasan pesisir, namun hampir ada di seluruh wilayah di Bali. Salah satu destinasi kuliner yangenyediakan lawar Kenus adalah Pesisi Restaurant pada area The Alantara  Sanur by Praman Experience. 

Chef Pesisi Restaurant Gde Agus Suantara mengatakan Lawar Kenus atau lawar cumi ini menjadi salah satu jenis masakan khas Bali yang diminati oleh pasar pariwisata di Bali. "Masakan ini menjafi favorit, karena trend kuliner wisatawan asing saat ini adalah mencicipi citarasa lokal satu daerah yang dikunjungi," jelasnya.

Selain mampu memberikan pengalaman bersantap yang unik kepada wisatawan, penyajin lawar cumi ini dipaparkan Agus juga merupakan salah satu upaya Pasisi Restaurant untuk memperkenalkan budaya kuliner kawasan Pesisir Kota Denpasar kepada wisatawan aaing yng datang ke Sanur. 

Dari nama dan tampilannya, lawar kenus atau lawar cumi ini memiliki tampilan layaknya lawar pada umumnya. Namun yang membedakan adalah daging yang digunakan adalah daging cumi-cumi muda yang sudah direbus sebentar.

Bahan lain yang digunakan untuk cmpuran lawar cumi ini dijelaskan Agus juga cukup unik, yakni sayur kacang panjang atau buncis. Penggunaan kacang panjang ini untuk memberi tekstur renyah pada sajian lawar cumi.

Untuk bumbu yang digunakan, adalah bumbu lawar pada umumnya, namun di Pesisi Restaurant, bumbu lawar ini sengaja dibuat dengan citarasa yang lebih lembut jika dibandingkan dengan rasa bumbu lawar pada umumnya. "Ini karena pasar kami adalah pasar wisatawan asing, sehingga taste bumbu sengaja kami buat lebih lembut, supaya wisatawan bisa menikmati sajian kami dengan nyaman," ungkapnya.

Selain menu lawar Kenus, menu seafood lainnya yang menjadi favorit di Pesisi Restauran adalah Ulam Segara on the Plate. Dalam bahasa Bali, menu ini berarti bahan makanan yang terbuat dari menu seafood. Dan sesuai dengan namnya, dalam satubpiring menu ini, terdapat beragam jenis olahan seafood.

Mulai dari sate lilit ikan, udah bakar sambel tomat, ikan bakar sambel matah dan lawar cumi-cumi, menu ini disajikan dengan satu porsi nasi tridatu. "Nasi tridatu ini adalah nasi yang kami buat menggunakan juga jenis beras, yakni beras hutam, beras merah dan beras putih," lanjutnya.

Penggunaan tig jenis nasi yang dibentuk tumpeng ketika dihidangkan, selain untuk mempercantik tampilan menu, penggunaan nasi tiga warna ini karena pihaknya ingin memberikan dampak positif pada kesehatan para pelanggan. 

Khususnya bagi pelanggan yang sedang mengurangi jumlah asupan nasi putih. "Bagi pelanggan yang mengurangi asupan nasi putih, menu ini sngat cocok, karena dalam satu piring menu terdapat nasi merah dan nasi hitam yang kaya serat, sehingga baik untuk yang sedang diet," terangnya. 

Beda Cara Masak, Disiram Gula Merah

SELAIN menu seafood, Pesisi Restaurant juga memiliki menu lainnya, yakni babi kecap. Meskipun merupakan jenis menu adaptasi dari masakan Tiongkok, namun menu ini diakuinya menjadi favorit wisatawan karena ada sentuhan citarasa lokalnya.

Cita rasa lokal dsri hidngan ini, dijelaskan Agus didapat dari proses memasaknya menggunakan bumbu Bali (base genep). Bumbu yang digunakan memang sedikit berbeda dengan babi kecap ala Tiongkok. 

Bumbu kecap Tiongkok biasanya hanya menggunakan jahe dan bawang putih yang ditambahkan kayu manis dan daun bintang untuk menambah aroma. Sementara untuk babi kecap yang disediakan menggunakan base genep dengan tambahan kayumanis dan daun bintang. “Cara memasaknya sama, yang babi disiram dengan gula merah. Di awal  memasak, bumbu ditumis terlebih dahulu, kemudian dimasukan daging,” terangnya.

Proses memasak membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam agar tekstur daging yang dihasilkan empuk dan bumbu meresap sempurna. Dalam penyajiannya, di Pesisi Restaurant sendiri babi kecap disajikan dengan nasi dengan tambahan sambal matah dan tomat cery. Rasa manis, gurih dan asam dari tomat cery menyatu dalam sajian babi kecap tersebut.

Lantas bagaimana dengan harga makanannya? Pesisi Restaurant dijelaskan Agus mematok harga makanan mulai dari Rp 65 ribu sampai dengan 320 ribu per porsinya. Sesuai dengan jenis menu dan bahan yang diguanakan. 

Harga makanan yang disajikan diakuinya memang cukup tinggi. "Selain karena berlokasi di kawasan wisata dengan pasar wisatawn asing, jenis menu masakannyang kmi sajikan merupakan menu spesial dengan bahan terbaik," ungkapnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia