Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Ciduk Dua ABG Pengambil Sesari, Ngaku untuk Bertahan Hidup

08 April 2019, 08: 23: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polisi Ciduk Dua ABG Pengambil Sesari, Ngaku untuk Bertahan Hidup

PUTUS SEKOLAH: Dua remaja putus sekolah mengambil uang sesari mengaku digunakan untuk bertahan hidup. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dua pelaku pengambil sesari pada saat pelaksanaan melasti di Pantai Padanggalak, Senin silam (4/3) akhirnya diciduk, meski tidak ditahan. Proses pengambilan sesari yang nampak tidak sopan ini viral di media sosial lantaran mengganggu kekhusyukan umat. Mereka bahkan mengulangi perbuatan itu Minggu sore (7/4). Kedua pelaku dibekuk anggota Ditreskrimum Polda Bali di Pantai Padanggalak kemarin sore. Keduanya adalah JM, 15, asal Lombok, dan IM, 14, dari Jember, Jawa Timur.

JM merupakan anak yang putus sekolah kelas 1 SMP mengakui bahwa benar mengambil uang sesari sebesar Rp 1,35 juta. Ketika itu ada umat Hindu yang melaksanakan persembahyangan (melasti) di Pantai Padanggalak Denpasar Timur.

Sedangkan pada saat melis Minggu (7/4), ia mendapatkan uang Rp 25 ribu dari sesari. "Terkait dengan video yang viral pada ritual melis sebelum Nyepi yang bersangkutan membenarkan bahwa dirinya ada di video itu. Uang hasil dari pengambilan sesari digunakan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari," ungkap Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Bali Kombespol Andi Fairan kemarin.

Sementara itu IM menjelaskan bahwa dia ikut mengambil uang yang ada pada sesajen saat masyarakat melakukan Melis di Pantai Padanggalak tanggal 4 Maret 2019 lalu. Saat itu, ia mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu. Ia juga mengakui pengambilan uang itu atas kemauannya sendiri dan tidak ada yang menyuruh.

Uang sebanyak itu dipakai oleh remaja putus sekolah kelas dua SMP yang bekerja sebagai pemulung ini memenuhi kebutuhannya sehari-harinya. "Yang bersangkutan menyesali perbuatannya dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi," terang Andi Fairan.

Sementara satu rekan mereka berinisial RI masih dalam pencarian polisi karena diduga telah kabur ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Meski ditangkap, namun keduanya tidak ditahan. Selain masih di bawah umur, mereka juga tidak mengganggu umat Hindu yang sedang melakukan sembahyang. "Tapi kami hanya akan membina saja karena beritanya viral dan mereka tidak mengganggu saudara kita umat Hindu yang lagi sembahyang. Kami sudah serahkan ke Polsek Denpasar Timur untuk memanggil keluarganya dan dilakukan pembinaan," terangnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia