Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ni Kadek Nita Pramnesti; Bakat Makidung, Ingin Dikenal Lebih Luas

08 April 2019, 12: 02: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ni Kadek Nita Pramnesti; Bakat Makidung, Ingin Dikenal Lebih Luas

MIMPI: Saat ini berkiprah untuk lagi pob bali. Mimpinya bisa nanti menyanyikan lagu Indonesia dan dikenal secara nasional. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sosok muda cantik, Ni Kadek Nita Pramesti memang kini dikenal sebagai penyanyi pop Bali yang cukup eksis dijagat hiburan. Khususnya di industri musik daerah Bali. Namun dibalik itu semua, keinginan untuk menekuni dunia tarik suara, karena Nita Pramesti, begitu ia akrab disapa ini memiliki bakat olah vokal yang bagus, lewat ketekunannya dalam seni mekidung yang sudah digeluti sejak kecil. Mekidung sendiri merupakan seni suara, umumnya dinyanyikan dalam kaitan upacara, baik upacara adat maupun agama dengan lagu-lagu pemujaan.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), dara muda bertalenta asal Ugasan, Kuta Selatan ini mengaku jika bakatnya tersebut didapat dari lingkup keluarga yang banyak ikut terlibat didalam kesenian daerah. “Saya dari kecil itu memang suka mekidung, macapat. Kebetulan juga ibu dan nenek saya memang suka mengajarkan itu. Apalagi kebetulan juga paman aku itu seprang dalang wayang. Jadi tidak asing lagi denga kesenian wirama,” tuturnya.

Dara cantik kelahiran 28 Oktober 1999 ini juga memiliki beberapa prestasi pada bidang tersebut dengan pernah mewakili kabupaten Badung dan Provinsi Bali. Dari lomba-lomba itulah, Nita banyak mendapat pengalaman, dan secara tidak langsung mengasah mental untuk bisa tampil di hadapan publik.

“Sekitar SD itu saya belum tampil di muka umum untuk nyanyi, hanya sekadar nyanyi sendiri, di rumah, pas mandi. Dulu lagu-lagunya senang dengan lagu Dek ulik, dan beberapa penyanyi Bali lainnya,” kata perempuan berusia 19 tahun ini.

Menurutnya, mendalami kesenian tradisional salah satunya keterlibatannya menjadi pelaku seni mekidung banyak membantu dirinya dalam berkarir di dunia tarik suara. Sehingga karakter suara sudah terbentuk karena dari kesenian mekidung yang ia geluti sejak usia dini.

“Sampai sekarang pun saya masih mekidung, mewirama itu. Tapi hanya sebatas ngayah saja,” ujar Nita.

Dia pun ingin karir dalam bermusik juga bisa meraih hasil yang positif. Karya-karyanya bisa diterima pendengar di Bali yang memang menyukai lagu-lagu berbahasa Bali. Berada di jalur pop Bali sekaligus ikut terlibat dalam melestarikan bahasa daerah, di tengah gempuran arus modernisasi saat ini. “Sangat senang sekali bisa berada di jalur ini. Tapi saya juga punya keinginan untuk terjun menyanyikan lagu-lagu bahasa Indonesia, karena impian dan cita-cita saya bisa jadi penyanyi nasional. Saya bisa dikenal lebih luas, dan juga membawa nama Bali di kancah nasional maupun internasional nantinya,” tandansya.


Hingga saat ini, mahasiswi pendidikan universitas pendidikan nasional ini mengaku masih ikut terlibat untuk melestarikan warisan kebudayaan, khususnya di seni musik tradisional. “Kalau sekarang tidak aktif di lomba seperti dulu. Paling dipakai untuk ngayah atau pertunjukan saja. Tapi dengan begitu sayang sangat senang bisa terlibat menjaga warisan budaya Bali,” tutup Nita.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia