Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kerap Bikin Onar di Petandakan, WNA Asal Belanda Dilaporkan ke Polisi

08 April 2019, 16: 16: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kerap Bikin Onar di Petandakan, WNA Asal Belanda Dilaporkan ke Polisi

MELAPOR: Perbekel Petandakan Wayan Joni Arianto bersama warganya bernama Jimmy Hendric melaporkan keberadaan WNA asal Belanda ke Mapolsek Kota Singaraja, Senin (8/4) siang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Seorang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Belanda dilaporkan ke Mapolsek Kota Singaraja, Senin (8/4) pagi. WNA bernama Johannes Franciscus Peters, 60 dituding kerap membuat onar dan berseteru dengan warga setempat saat tinggal di salah satu perumahan BTN nomor 6B di wilayah Dusun Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. 

Peters dilaporkan langsung oleh Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto. Saat melapor, Perebekel Joni didampingi seorang warga bernama Jimmy Hendric Adwe, yang keberatan atas ulah Peters selama tinggal di Petandakan.

Ditemui di Mapolsek, Perbekel Joni mengatakan jika Peters sudah tinggal di wilayah Petandakan sejak dua tahun silam. Ia tinggal bersama teman perempuannya bernama Wayan Nita Marliana, 44 yang sekaligus menjadi penjaminnya. Marliana sendiri merupakan warga Jalan Pulau Menjangan 15, Kelurahan Banyuning.

Sejauh ini, Peters hanya mengantongi Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) yang dikeluarkan Pemerintah Desa Petandakan yang masa berlakunya hingga 4 Maret 2020. Selama tinggal di Petandakan, Marliana membuka usaha Salon di rumah yang dikontraknya. Sedangkan terlapor Peter tidak jelas apa pekerjaannya. Konon terlapor kerap mengaku jika dirinya adalah petarung yang berlaga di ajang Mixed Martial Arts (MMA).

Menurut Perbekel Joni, sejak tinggal di Petandakan, terlapor Peter sudah empat kali berulah.  Seperti pada Mei 2018 lalu, Peters sempat berseteru dengan warga setempat bernama Putu Suriati, 42. Namun perseteruan itu berhasil diredam lewat mediasi surat pernyataan damai. Dimana baik pihak Peters dan Putu Suriati sepakat menyelesaikan kesalahpahaman secara kekeluargaan.

"Saat diperingati oleh warga untuk hati-hati bawa motor, bule itu (terlapor, Red)  malah marah dan mengancam warga dengan senjata tajam. Bahkan pernah membawa senjata api. Itu warga kami yang melihat langsung. Sehingga warga kami resah,” ujar Perbekel Joni. 

Lanjut Perbekel Joni, terlapor Peters sejatinya pernah tinggal di beberapa lokasi di Buleleng. Seperti di Kubutambahan, Penarukan hingga di Pulau Obi, Kelurahan Banyuning. Ulahnya pun sama, kerap membuat onar dengan warga setempat. Sehingga Peters pindah ke lokasi Petandakan untuk tinggal bersama teman perempuannya.

Terakhir Peters dilaporkan ribut dengan Jimmy hanya karena masalah sepele. Jimmy diprotes saat menghidupkan musik di rumahnya. Padahal volume musiknya kecil. Namun terlapor sampai marah-marah dan memaki Jimmy dengan kata-kata kasar hingga terjadi keributan.

Lantaran gerah atas perilakunya, sejumlah warga pun mengadukan ulah Peters kepada Perbekel. Selanjutnya oleh perbekel, ulah Peters kemudian dilaporkan ke pihak Imigrasi untuk mengecek ijin tinggalnya. Selain itu aksinya yang kerap bikin onar juga dilaporkan ke Mapolsek Kota Singaraja atas dasar mengganggu kamtibmas.

“Makanya kami lapor dulu ke Imigrasi untuk mengecek ijin tinggalnya. Kalau bisa biar dideportasi, karena sudah sangat mengganggu. Kami malah khawatir warga kami yang hilang kesabaran sehingga main kekerasan,” pungkasnya.

Atas laporan itu Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A Wiranata Kusuma seijin Kapolres Buleleng mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut. Khusunya menggali informasi dari sponsornya atau yang menjamin terlapor selama tinggal di Petandakan.

“Kami akan tindaklanjuti laporan itu. Ya pertimbangannya karena mengganggu kamtibmas. Kami akan gali informasi dari penjaminnya. Karena kan pertimbangannya masalah bahasa. Penjaminnya yang lebih paham komunikasi dengan terlapor,” singkatnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, I Gusti Agung Komang Artawan mengaku akan menindaklanjuti laporan dari Perbekel Petandakan atas keberadaan WNA asal Belanda tersebut. Pihaknya akan melakukan cek data legalitas keberadaa Peters di Petandakan.

“Untuk tindakan keimigrasian kami akan cek legalitas dulu, apakah ijin tinggalnya sudah benar atau tidak. Tetapi kalau urusan pengancaman itu memang sudah ranah kepolisian karena berkaitan dengan masalah pidana,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia