Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Ada Dua Menara Seluler, SMPN 2 Busungbiu Batal Selenggarakan UNBK

08 April 2019, 17: 32: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Dua Menara Seluler, SMPN 2 Busungbiu Batal Selenggarakan UNBK

Kepala SMPN 2 Busungbiu, Made Kariadi (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Tiga SMP di Kecamatan Busungbiu, Buleleng tahun ini tidak bisa menyeleggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ironisnya itu disebabkan karena ketiga SMP itu berlokasi di daerah perbukitan sehingga tidak terjangkau sinyal internet.

Kondisi ini terjadi di SMPN 2 Busungbiu Desa Tista, SMPN 3 Busungbiu Desa Sepang dan SMPN 5 Busungbiu yang terletak di Desa Pucaksari. Dampaknya, ratusan siswa di ketiga sekolah itupun batal mennyelenggarakn UNBK. Mereka terpaksa hanya bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Khusus di SMPN 2 Busungbiu, sekolah yang berlokasi di Desa Tista, tepatnya di tepi jalan Pupuan-Pekutatan ini sejatinya lokasinya tak terpencil amat. Malah di depan sekolah terdapat dua menara seluler. Anehnya, justru tidak ada provinder internet yang menyediakan koneksi cepat dan stabil.

Kondisi itupun tak ditepis Kepala SMPN 2 Busungbiu, Made Kariadi. Menurutnya pihak Disdikpora Buleleng sejatinya sudah turun ke lokasi melakukan penjajagan. Tujuannya untuk memastikan kesiapan fasilitas komputer di sekolah jelang UNBK.

Bahkan, SMPN 2 Busungbiu diproyeksikan mendapat bantuan komputer untuk kebutuhan dua kelas. Tapi apa daya. Kendati siap dari sisi ruangan, daya listrik, namun yang menjadi persoalan inti adalah “ngadatnya” sinyal internet. Akibatnya sebanyak 130 siswa yang duduk di kelas IX pun harus mengikuti Unjian Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Meskipun mereka sudah sangat siap mengikuti UNBK.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau sinyal HP sih ada, itupun tidak stabil. Kalau dipakai di komputer yang jumlah banyak yang tidak bisa, kadang kami pakai modem kerjakan Dapodik, bisa tapi lelet dan perlu waktu lama.” kata Kariadi, saat dikonfirmasi Senin (8/4) siang.

Lanjut Kariadi, pihaknya masih menunggu program Bali Smart Island yang dicanangkan Gubernur Bali. Besar harapan Kariadi tahun ini program itu bisa masuk, sehingga tahun depan UNBK di sekolahnya bisa diselenggarakan dengan lancar.

Menyikapi persoalan itu, Sekretaris Disdikpora Buleleng I Made Astika menegaskan jika permasalahan yang dihadapi bukan hanya soal koneksi internet yang blank spot. Namun juga kesiapan sarana dan prasaran untuk menggelar UNBK. Ia tak menampik gara-gara koneksi internet yang belum siap, akhirnya fasilitas komputer bagi SMPN 2 Busungbiu ditangguhkan untuk sementara waktu.

“Bukan cuma koneksi internet saja persoalannya. Kalau sinyal ada, ruangan untuk komputer ada, pasti kami bantu pengadaan komputer di sana. Kami juga masih berkoordinasi dengan Dinas Kominfo, supaya masalah koneksi di sana bisa dipecahkan juga,” ujar  Astika.

Seperti diketahui, tahun 2019, Ujian Nasioal di jenjang SMP akan dilaksanakan pada tanggal 22-25 April mendatang. Khusus di Buleleng dari 75 SMP Negeri dan Swasta jumlah siswa yang akan mengikuti UN sebanyak 11.562 orang.

Rinciannya sebanyak 48 dengan jumlah siswa mencapai 6.034 orang diproyeksikan akan mengikuti UNBK. Sisanya sebanyak 27 sekolah dengan jumlah siswa mencapai 5.528 orang akan mengikuti UNKP.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia