Minggu, 26 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tahanan Kabur, Kapolresta Sebut Kelalaian Petugas Jaga

08 April 2019, 21: 08: 59 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Tahanan Kabur, Kapolresta Sebut Kelalaian Petugas Jaga

MASIH DIBURU: Tersangka Ukhal (baju tahanan sebelah kiri) saat rilis kasus di Mapolresta Denpasar pada Februari lalu. (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kaburnya dua orang tahanan Polresta Denpasar  bernama Christoni Kaledi Bonung alias Ukhal, 22, asal Sumba Tengah dan Jemmy Sinaga, 38, dari ruang tahanan piket Reskrim Polresta Denpasar, Minggu (7/4) sekitar pukul 04.00, disebut murni kelalaian anggota piket Reskrim Polresta Denpasar.

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan, mengatakan, karena kelalaian petugas jaga, tahanan tersebut kabur. "Dua orang tahanan yang dititipkan di tahanan piket Reskrim Polresta Denpasar kabur. Kedua  tahanan tersebut keluar melalui pintu dengan cara merusak gembok. Mereka memanfaatkan kesempatan saat anggota yang menjaga lalai," ungkapnya, Senin (8/4).

Salah satu tahanan merupakan pelaku pencurian kendaraan, sedangkan satunya lagi adalah pelaku pencurian dengan pemberatan. "Sudah digembok semua, terus anggota itu ke belakang, mereka merusak gembok itu. Jadi kelalaian dari anggota piket yang jaga tahanan," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, keduanya juga berhasil membawa kabur salah satu handphone aparat kepolisian yang menjaga sel tersebut. Keduanya memanfaatkan waktu untuk melarikan diri, saat tahanan lain sedang tertidur. Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sumber koran ini menyampaikan, terkait dugaan pelaku menggunakan hipnotis, itu tidak ada. Menurutnya,  kejadian ini murni kelalaian petugas. Saat kejadian, pintu keluar bagian timur Polresta Denpasar juga dalam kondisi tertutup sejak pukul 15.00. Akses keluar masuk hanya melalui pintu barat di depan SPKT. Pun area Polresta Denpasar, sebenarnya juga telah dipasangi CCTV. Namun rupanya kedua pelaku lihai memanfaatkan kesempatan. Petugas jaga juga sudah diperiksa.

Sebelumnya, pada Minggu 10 Februari pukul 02.00, pelaku Christoni Kaledi Bonung ditangkap bersama rekannya yang bernama Marten Sangu Poti alias Aten, 19, oleh Tim Resmob Polresta Denpasar. Christoni sendiri saat itu bekerja menjadi sekuriti.

Tersangka beraksi dengan memasukkan tangannya melalui kaca nako yang terbuka. Untuk kemudian membuka kunci grendel pintu kamar korbannya Yonathan Ndapa Konda Mehan, 26, pada 24 Januari 2019 lalu di Jalan Maluku III B Denpasar. Pelaku berhasil mengambil dua buah handphone Vivo Y7, Y8 dan uang Rp500 ribu.

Pada bulan Agustus 2018 lalu, tersangka mencuri di kosan Taman Mumbul dan mengambil Go Pro serta Samsung J1 Ace. Kemudian pada September 2018 juga mencuri di Jalan Gunung Agung dan mendapat uang Rp100 ribu.

Dari hasil pemeriksaan, Christoni pernah dua kali ditangkap Polsek Kuta Selatan dan divonis 1 tahun 3 bulan penjara. Oleh petugas kepolisian, kemudian dihadiahi timah panas

(bx/afi/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia