Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Tak Kunjung Jera, Kini Prabowo Sebut Ibu Pertiwi Tengah Diperkosa

Oleh : Dodik Prasetyo*

09 April 2019, 14: 53: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Kunjung Jera, Kini Prabowo Sebut Ibu Pertiwi Tengah Diperkosa

Prabowo Subianto (jawapos.com)

Share this      

PASLON nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga mengadakan kampanye akbar di Stadium Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Dalam orasinya di hadapan para pendukungnya, yang diklaim mencapai 1 juta orang, Prabowo mengatakan kondisi negara saat ini sangat memprihatinkan. Secara terang – terangan ia menyebut Ibu Pertiwi sedang diperkosa, merujuk pada kekayaan Indonesia yang menurutnya dikuasai asing atau lari ke luar negeri.

            “Saya berdiri di sini karena saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, kekayaan kita diambil terus, hak – hak rakyat diinjak – injak, kepala desa dipanggil diancam, Kiai dan ulama dikejar – kejar, emak – emak ditangkap, orang tidak bersalah hanya berbicara dan itu dijamin UUD, yang menjamin kebebasan berbicara, Ahmad Dhani meringkuk di penjara,” ujarnya.

            Pernyataan Capres nomor urut 02 tersebut sontak mendapatkan sorotan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin. Pihaknya mengaku heran dengan pernyataan Ketua Partai Gerindra tersebut yang menyebutkan bahwa Indonesia tengah diperkosa. TKN menilai bahwa pernyataan itu menunjukkan Prabowo sudah kalap sehingga mengeluarkan pernyataan yang semakin tidak terkendali.

            “Apa karena sudah kalap sehingga pernyataan – pernyataannya menjadi semakin tak terkendali dengan menggunakan bahasa – bahasa tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang capres?” ujar Ace Hasan Syadzily selaku Juru Bicara TKN.

            Dirinya melanjutkan, tidak ada rakyat yang akan simpati dengan pemimpin yang selalu terlihat emosi tak terkendali, serta selalu marah dan berjarak dengan rakyat. Ace pun mempertanyakan bahasa ‘Ibu Pertiwi tengah diperkosa’ yang diungkapkan Prabowo.

            “Apa tidak ada kata lain yang lebih terhormat untuk menghargai bangsa sendiri selain ’diperkosa’?” ujar Ace.

            Memang tidak hanya satu kali Prabowo mengeluarkan diksi yang cenderung melukai seperti ‘tampang boyolali’, ‘Indonesia Punah’ dan yang terbaru adalah ‘Ibu Pertiwi Tengah Diperkosa’.

            Juru Bicara Ace juga menilai, apa yang disampaikan oleh Prabowo Subianto saat berorasi di Kampanye Akbar tersebut tak memiliki tawaran yang konkret.

            “Tak ada satupun tawaran program konkret selain membangkitkan emosi dengan retorika politik basi. Tak ada pernyataan yang menunjukkan bahwa pernyataan itu sesuai dengan akal sehat. Ini era demokrasi, Pak Prabowo. Tidak ada yang bisa mengendalikan para kepala daerah selain bahwa mereka mengakui Pak Jokowi itu telah bekerja dengan sungguh – sungguh untuk rakyat di daerahnya. Tidak ada kepala desa yang dipaksa selain bahwa mereka sudah merasakan sendiri program dana desa yang diturunkan itu menjadikan jalan – jalan di desa dan infrastruktur lainnya menjadi lebih baik di era pemerintahan Jokowi ini,” lanjutnya.

            Ace juga menambahkan, di era saat ini tidak ada ulama dan kiai yang dikejar – kejar dengan masalah hukum kecuali memang melanggar hukum.

            “Tak ada artis dihukum kecuali dia arogan dan terbukti secara hukum melakukan ujaran kebencian,” Imbuhnya.

            Diksi yang nyeleneh tersebut nyatanya dapat ditepis dengan mudah, Calon Presiden nomor 01 Joko Widodo menanggapi pernyataan Prabowo tersebut. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, justru sekarang ini Ibu Pertiwi tengah bercokol dan sejajar dengan negara – negara maju lain di Asia maupun dunia.

            “Dalam beberapa tahun ini, kita melihat bahwa negara kita terus mendulang prestasi – prestasi. Jadi jangan sampai ada yang ngomong Ibu Pertiwi sedang diperkosa, yang benar adalah Ibu Pertiwi sedang berprestasi,” ujar Jokowi.

            Ia menyebutkan serentetan prestasi Indonesia di ajang Asian Games dan Asian Paragames 2018 menjadi tolok ukur kebangkitan Ibu Pertiwi saat ini. Jokowi juga mengajak masyarakat agar berpikir optimis, positif. Jokowi mengaku sedih, jelang pilpres masyarakat selalu dijejali hal yang negatif, hasutan – hasutan kebencian, dirinya juga mengatakan jangan terpengaruh hal yang destruktif.  Menurutnya, rakyat harus optimis Indonesia menjadi negara maju.

“Coba kita lihat Asian Games peringkat 4, sebelumnya peringkat 16 – 17. Di Asian Para Games kita masuk ke peringkat 5. Kemudian juga kita baru saja sepakbola kita menjuarai AFF di U-22, terakhir prajurit terbaik TNI kita jadi juara 1, ini prestasi,” ungkap Jokowi.

Menjelang Pilpres, tentu penggunaan atau pemilihan kata dalam pidato maupun orasi haruslah diperhatikan. Semangat optimisme haruslah terus digelorakan menuju Indonesia maju. (*)

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia