Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Features

Nekat Pacaran di Jalur ke Pura Dalem Sanggulan, Denda Rp 1,5 Juta

09 April 2019, 18: 43: 43 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pacaran di Jalur ke Pura Dalem Sanggulan, Didenda 1,5 Juta

LARANGAN: Plang tanda larangan yang dipasang Desa Pekraman Sanggulan. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Anak muda jaman sekarang sering kali mencuri kesempatan dan mencari lokasi tersembunyi untuk pacaran. Salah satu lokasi yang sering kali dijadikan tempat untuk pacaran bagi anak muda di kawasan Kota Tabanan adalah jembatan yang ada di atas Jalan By Pass Ir. Soekarno, memasuki Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Sehingga sebuah plang larangan berbuat asusila terpasang dilokasi tersebut. Siapa pemasangnya?

Sebuah plang berisikan ilustrasi wanita dan pria di dalam tanda larangan terpasang di jembatan yang ada di atas Jalan Bypass Ir. Soekarno. Kemudian di bawahnya bertuliskan jika ada yang melanggar akan dikenakan denda Rp 1,5 Juta.

Sesuai dengan kop pada plang tersebut, pemasangnya tiada lain adalah Desa Pekraman Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Hal itu dilakukan lantaran lokasi tersebut sering kali digunakan sebagai tempat untuk berbuat asusila atau berpacaran.

Bendesa Desa Adat Sanggulan I Ketut Suranata menjelaskan bahwa pemasangan plang tersebut dilakukan lantaran lokasi tersebut sering lali dijadikan tempat untuk pacaran oleh orang-orang dari luar Banjar Sanggulan. Hal itu otomatis membuat warga resah, apalagi jalan tersebut merupakan jalan menuju Pura Dalem Desa Pekraman Sanggulan.

"Dan warga Sanggulan banyak yang menyaksikan sendiri kalau lokasi itu sering dijadikan tempat pacaran. Padahal lokasi tersebut jalan menuju Pura yang kami sucikan," ujarnya Selasa (9/4).

Atas kondisi tersebut, pada Paruman (rapat,Red) Adat yang digelar tanggal 14 Agustus 2018 lalu disepakati oleh krama Sanggulan yang berjumlah 297 KK untuk memasang papan tanda larangan lengkap dengan sanksi yang akan diberikan berupa denda Rp 1,5 Juta. "Saya baru menjabat sebagai Bendesa Adat tanggal 4 Juli 2018, dan pada Paruman Adat perdana itu disepakati untuk memasang papan tanda larangan beserta sanksinya," paparnya.

Akhirnya plang larangan itu pun dipasang pada bulan September 2018. Menurutnya pemasangan plang itu pun cukup ampuh karena semenjak plang dipasang, krama tidak lagi melihat ada pasangan yang pacaran dilokasi tersebut. Meskipun kurang lebih setelah satu bulan plang dipasang, Suranata sendiri sempat memergoki ada pasangan yang pacaran di lokasi itu. "Tetapi kita tidak mau gegabah sehingga pasangan itu kita bina, kita imbau, dan kita selesaikan baik-baik sehingga pasangan itupun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," imbuhnya.

Dan sejak saat itu ia maupun krama lainnya tidak lagi menemukan atau melihat ada pasangan yang nekat pacaran dilokasi tersebut. Sehingga sampai saat ini pihaknya belum pernah menerima denda akibat ada yang melanggar larangan tersebut. Disamping itu larangan itu dibuat guna menguatkan Desa Adat Sanggulan untuk menyusun Perarem sebagai bentuk kepedulian terhadap kawasan Desa Adat dan Kahyangan Pura Dalem agar tidak Leteh (kotor,Red). "Kami ingin menjaga kesucian kawasan Desa Adat dan Khayangan sehingga kami saat ini sedang dalam penyusunan Perarem terkait perbuatan asusila tersebut," lanjut Suranata.

Tak hanya itu saja, plang larangan itu dipasang juga didasari atas peristiwa di tahun 2010 lalu, dimana ketika itu terjadi kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah anak muda dari Desa Adat Sanggulan lantaran menegur pasangan yang asyik pacaran di lokasi tersebut.

"Kemungkinan yang ditegur tidak mau mendengarkan sehingga terjadi keributan yang menyebabkan anak-anak Banjar Sanggulan harus berurusan dengan hukum," sambungnya.

Pihaknya pun tidak mau hal serupa kembali terjadi sehingga memutuskan untuk memasang plang tersebut dengan jumlah denda yang cukup besar yakni Rp 1,5 Juta. "Dan pasangan - pasangan itu semoga saja mereka sadar bahwa lokasi iti bukan lokasi untuk pacaran, dan bukan karena takut kena denda saja," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia