Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Orang Gangguan Jiwa hingga Kena Bebai, Malukat di Goa Giri Campuhan

10 April 2019, 08: 03: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Orang Gangguan Jiwa hingga Kena Bebai, Malukat di Goa Giri Campuhan

DUA SUNGAI: Pancuran Pancaka Tirta yang berada di kawasan Banjar Tembuku Kelod, Desa Pakraman Tembuku Kelod, Tembuku, Bangli, berada di tengah pertemuan dua sungai. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Masyarakat di Banjar Tembuku Kelod, Desa Pakraman Tembuku Kelod, Tembuku, Bangli, mempercayai air Pancuran Goa Giri Campuhan bisa menyembuhkan orang  gangguan jiwa. Bahkan, airnya berkhasiat sebagai penawar cetik atau racun.

Kepercayaan warga soal tuah  air Pancuran Goa Giri Campuhan diakui sejak dahulu, beratus-ratus tahun lalu. Banyak warga yang memohon obat ke sana, sebelum pancuran ditata seperti sekarang.

Air Pancuran Goa Giri Campuhan bersumber dari tebing besar. Konon, tempat itu dijadikan lokasi menyucikan diri bagi para sulinggih di masa lampau. Air sucinya tak berhulu dan muncul begitu saja. Penemuannya pun tak biasa.

Orang Gangguan Jiwa hingga Kena Bebai, Malukat di Goa Giri Campuhan

JRO MANGKU: Jro Mangku Giri Kusuma menjelaskan prosesi malukat diawali dengan membasuh diri di lima tirta, diawali di pertemuan sungai. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Menurut pemangku Goa Giri Campuhan, Jro Mangku Giri Kusuma, keberadaan sumber air diketahui saat keturunan Giri Kusuma (keluarga pemangku), mendapat wahyu. Rupanya ada sumber mata air di sebelah selatan desa yang suci dan bermanfaat bagi warga. "Saat itu kakek saya merasakannya sendiri. Turun sendiri ke lokasi," terang Jro Mangku Giri Kusuma kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) di Bangli, Selasa (9/4) kemarin.


Setelah mendapat wahyu, barulah mata air itu ditelusuri. Agar lebih mudah dimanfaatkan, warga pada saat itu bergotong royong membuat saluran berupa lima pancuran yang diberi nama Pancaka Tirta. Pancaka Tirta juga dibuat berdasar wahyu. "Mengapa lima, cerita jelasnya kami belum tahu karena sudah dari dulu seperti itu," ucapnya.


Yang membuat pancuran itu tampak unik, lokasi pancurannya berada di tengah pertemuan dua sungai. Di sebelah barat  Sungai Jinah dan sebelah timurnya  Sungai Bubuh. Keduanya mengalir menuju wilayah Banjarangkan, Klungkung. Konon, titik pertemuan sungai itu adalah jalur pertemuan niskala.

Orang Gangguan Jiwa hingga Kena Bebai, Malukat di Goa Giri Campuhan

JRO MANGKU: Jro Mangku Giri Kusuma menjelaskan prosesi malukat diawali dengan membasuh diri di lima tirta, diawali di pertemuan sungai. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Kata Jro Mangku Giri Kusuma, energi yang terpancar di sana cukup kuat. Namun, hanya orang-orang yang memiliki kekuatan supranatural yang dapat merasakan.


Dijelaskannya, banyak warga sekitar yang mencoba peruntungan di tempat itu untuk sembuh dari penyakit-penyakit serius. Misalnya terkena ilmu hitam, atau di Bali biasa disebut cetik dan bebai. Orang-orang dengan penyakit niskala atau tak kasat mata itu kebanyakan berhasil sembuh. Mereka biasanya datang saat hari suci umat Hindu Bali. "Saya tahu karena mereka tidak datang ke sini satu atau dua kali. Berkali-kali datang ke sini dan titiang (saya) tanyakan, apakah sudah baikan? Rata-rata mereka datang mengaku membaik," demikian diakui mangku yang akrab disapa Agus Surono.


Selain dipercaya berkhasiat untuk menawar penyakit niskala, lima Pancuran Goa Giri Kusuma juga dipercaya dapat membuat orang dengan gangguan jiwa cepat pulih. Pihak keluarga yang memiliki kerabat pengidap disabilitas mental atau gangguan jiwa, lanjutnya, kerap meminta tirta dari Pancuran Pancaka Tirta untuk dipercikkan maupun diminumkan ke pasien. "Karena susah kalau diajak ke lokasi medannya sulit. Bisa diwakili keluarga dengan menghaturkan pajati," imbuhnya.

Orang Gangguan Jiwa hingga Kena Bebai, Malukat di Goa Giri Campuhan

(AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Tata cara malukat terbilang berbeda dari tempat malukat lainnya. Setiap membasuh diri harus disesuaikan dengan usia. Misalnya, bagi pria maupun wanita berumur 40 tahun, pamedek atau pengunjung wajib membasuh diri sebanyak 40 kali, mulai dari kepala hingga bagian yang dianggap perlu. Tirta diminum seperti biasa sebanyak tiga kali.


Aturannya, lanjut Jro Mangku Giri, pamedek memulai prosesi dengan berdoa di Pura Dugul. Letaknya persis dekat dengan gerbang masuk menuju objek utama. Kemudian menuruni tangga melalui goa sepanjang sekitar 20 meter hingga tiba di pancuran.


Tiba di pancuran, pamedek kembali berdoa di Palinggih Goa Giri Campuhan. Usai berdoa, pamedek berendam di titik pertemuan dua sungai sambil membasuh kepala menggunakan air sungai. Kemudian prosesi malukat dimulai di tiga pancuran yang terletak di Sungai Jinah. Setelah itu, pamedek membasuh lagi di dua pancuran yang terletak di Sungai Bubuh. "Aturannya memang begitu supaya sejalan," tegasnya.


Jro Mangku Giri Kusuma menjelaskan, pengunjung pantang berkata maupun berpikir kotor di lokasi malukat. Sebab, kejadian aneh pernah terjadi ketika pengunjung  membawa pulang ayam hutan yang berkeliaran di area pancuran. Dia lantas terjatuh hingga luka-luka. Setelah ditanya secara niskala, warga memang tidak diperkenankan berbuat macam-macam.


Berbagai macam jenis makhluk tak kasat mata sering menampakkan diri di lokasi tersebut. Bahkan, sosok anak-anak bermain di sungai hingga kemunculan sosok sulinggih di dekat Pancaka Tirta mewarnai pengalaman warga sekitar maupun pengunjung yang mampu merasakan. "Memang lokasinya angker. Tapi, kalau kita sudah berlaku baik, tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mohon restu apabila ada pengunjung yang datang," ungkapnya.


Goa Giri Campuhan, salah satu objek wisata spiritual yang tergolong baru di Bangli Timur. Letaknya strategis, berada di jalur yang menghubungkan Kabupaten Bangli dengan Karangasem. Lokasi Goa Giri Campuhan dapat ditempuh sekitar satu kilometer  dari simpang empat Desa Tembuku. Pengunjung akan menikmati pemandangan hamparan sawah yang luas. Kemudian menuruni ratusan anak tangga. Pengunjung makin dibuat terkesima setelah tiba di goa hingga tiba di pancuran.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia