Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Genjot PAD, Buleleng Sewakan Lahan Eks SGO

10 April 2019, 22: 50: 47 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Genjot PAD, Buleleng Sewakan Lahan Eks SGO

RAPAT: Rapat terkait pembahasan sewa lahan eks SGO yang dilaksanakan BKD Buleleng. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan dan pemberdayaan aset daerah terus digenjot Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng. Langkah itu diambil untuk menambah pundi-pundi pemasukan daerah. Salah satunya dengan memanfaatkan aset eks mess Sekolah Guru Olahraga (SGO) yang berlokasi di Jalan Sahadewa dan Jalan Simpang Udayana Singaraja untuk disewakan.

Kepastian itu terungkap saat rapat yang digelar Bidang Aset BKD Buleleng, di Ruang Rapat BKD, Selasa (9/4) siang. Dalam rapat yang dipimpin Kepala Bidang Aset BKD Made Pasda Gunawan itu, sejumlah calon penyewa mulai mendapat penjelasan.

Para penyewa ini notabene merupakan pemilik bangunan yang berdiri di atas tanah Pemkab Buleleng. Mereka mendapat penjelasan terkait besaran sewa yang akan dikenakan berdasarkan hasil penilaian dari tim appraisal independen.

"Untuk lahan yang ada di kompleks Jalan Sahadewa, sewanya 46.000 per meter persegi per tahun, kemudian untuk yang di Simpang Udayana karena lokasinya lebih strategis, didapatkan hasil 50.000 per meter persegi per tahun," ungkapnya.

Pasda Gunawan menambahkan, nilai sewa itu sudah bersifat final dan tidak dapat ditawar lagi. Nilai sewa yang wajib dibayar oleh pemilik bangunan di atas lahan itu sudah berdasarkan penilaian secara objekif oleh tim yang professional. 

Dijelaskannya, lahan milik Pemkab Buleleng di dua titik lokasi tersebut berstatus hak pakai atas nama Pemkab Buleleng. Hak tersebut secara resmi diperoleh tahun 2015, setelah pada tahun 2005 silam lahan tersebut diserahkan kepada Pemkab Buleleng.

Disinggung mengenai luas lahan yang disewakan, Pasda mengatakan, untuk lahan yang berada di Jalan Sahadewa dan Simpang Udayana  masing-masing 1.250 M2 dan 400 M2. Adapun jumlah pemilik bangunan yang menempati lahan dimaksud, secara keseluruhan sebanyak 10 orang.

"Selanjutnya, jika sesuai dengan keinginan dan harapan dari sisi nilai (sewa), yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan sewa dan menindaklanjuti dalam bentuk pembayaran," imbuhnya.
Jika calon penyewa menyetujui harga sewa yang diajukan Pemkab Buleleng, selanjutnya yang bersangkutan akan dibuatkan naskah perjanjian kerja sama terhadap pemanfaatan sewa. Jangka waktu penyewaaan, sesuai dengan kesepatakan kedua belah pihak.

Pasda menjelaskan, lahan itu dulunya merupakan milik instansi vertikal Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali, yang dimanfaatkan untuk mess SGO. Memasuki otonomi daerah, pada tahun 2005, lahan tersebut akhirnya diserahkan kepada Pemkab Buleleng.

Sejak saat itu, lahan dimaksud tidak dimanfaatkan sama sekali oleh pihak Pemkab Buleleng, tetapi hanya ditempati oleh eks pegawai SGO tanpa ada kompensasi apapun kepada Pemkab Buleleng.

"Kemudian pada tahun 2015, secara bertahap kami lakukan peralihan hak yang dulunya atas nama SGO menjadi hak pakai atas nama Pemda (Buleleng). Dan sudah tercatat menjadi aset Pemda sejak tahun 2015," tutup Pasda.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia