Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Deportasi WNA, Perbekel Petandakan Tunggu Langkah Kepolisian

10 April 2019, 23: 07: 25 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Soal Deportasi WNA, Perbekel Petandakan Tunggu Langkah Kepolisian

LAPOR: Perbekel Petandakan saat melaporkan WNA asal Belanda ke Mapolsek Kota Singaraja. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Perbekel Desa Petandakan, Wayan Joni Arianto tengah menunggu langkah kepolisian untuk memproses laporannya ke Mapolsek Kota Singaraja yang dilayangkan, Senin (8/4) lalu. Pihaknya berharap warga negara asing (WNA) asal Belanda bernama Johannes Franciscus Peters, 60, yang kerap bikin onar di Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng angkat kaki dari Petandakan demi menjaga kamtibmas.

Dikonfirmasi Rabu (9/4) siang, Perbekel Joni mengaku masih menunggu langkah yang diambil pihak kepolisian dalam penanganan kasus ini. “Kami masih menunggu tindak lanjut dari penegak hukum. Artinya, masih ada penyelidikan, penyidikan. Sifatnya harus menunggu dulu. Kalau belum ada tindak lanjut, ya kami tanyakan lagi,” ujar Perbekel Joni.

Perbekel Joni mengaku tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan atas kasus ini. Terlebih jika yang dihadapi adalah WNA yang tentunya berdampak terhadap citra Bali dan Buleleng sebagai destinasi wisata.

“Harapan kami agar WNA ini angkat kaki dari Petandakan. Ya memang masih ada pendekatan dengan penjaminnya. Kami juga menelusuri siapa pemilik kontrak yang ditempati WNA itu. Kami tak mau gegabah. Makanya harus berkordinasi dengan Imigrasi, kepolisian,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Thomas Aries Munandar mengklaim telah mendatangi WNA ke Desa Petandakan. Selain memeriksa terlapor, pihak Imigrasi, sebut Thomas, juga menggali keterangan dari warga yang pernah diajak berseteru dengan terlapor.

“Sudah kami lakukan pengawasan terhadap WNA dan warga sekitar yang diajak berseteru. Pastinya, yang bersangkutan sudah kami mintai keterangan terkait laporan warga. Kami masih tahap pemeriksaan,” ujar Thomas.

Terkait ijin tinggal terlapor, lanjut Thomas, selama ini tidak ada masalah, bahkan terlapor merupakan WNA legal. Selama ini ijin tinggal kunjungan dijamin oleh seorang WNI bernama Wayan Nita Marliana. “Ijin tinggalnya ada. Memang ada yang menjamin dari WNI,” imbuhnya.

Disinggung pemicu seringnya terlapor marah-marah dan berseteru dengan warga setempat, Thomas enggan membeberkan. Sebab, pihak Imigrasi masih melakukan proses penyelidikan dan menggali keterangan. “Kalau penyebabnya dia berulah, ya belum kami bisa ungkapkan karena masih dalam proses penyelidikan dan menggali keterangan,” kilahnya.

Kendati demikian, Thomas sempat menyarankan agar terlapor bersama penjaminnya, untuk sementara waktu tidak tinggal di wilayah itu sehingga tidak memperkeruh suasana di Desa Petandakan. “Kami sudah menyarankan untuk sementara waktu agar yang bersangkutan tak tinggal di sana, tetapi itu bukan keputusan final, masih saran pribadi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Perbekel Wayan Joni Arianto melaporkan Peters ke Mapolsek Kota Singaraja,  Senin (8/4) lalu. Peters dilaporkan lantaran kerap bikin onar dan berseteru dengan warga setempat di perumahan wilayah Dusun Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Selama ini Peters tinggal bersama penjaminnya bernama Wayan Nita Marliana, 44, seorang WNI asal Jalan Pulau Menjangan Kelurahan Banyuning. Peters dikabarkan tinggal di Petandakan sejak dua tahun silam dan mendapat Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) dari Perbekel dengan masa berlaku hingga 4 Maret 2020.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia