Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Hendak Rampas Senjata Polisi, Anggota Geng Motor Didor

12 April 2019, 22: 30: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hendak Rampas Senjata Polisi, Anggota Geng Motor Didor

DITEMBAK: Imanuel Pratama, salah satu anggota geng motor yang ditembak karena melawan polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Geng motor kembali berulah. Kali ini seorang anggota geng motor Dongki bernama Imanuel Pratama dihadiahi timah panas oleh anggota Polsek Denpasar Selatan, Jumat (12/4) dini hari lantaran berusaha merampas senjata milik anggota polisi yang menegurnya. Sementara tiga rekannya berhasil kabur. Hingga kini mereka masih dalam pengejaran polisi.

Kejadian ini berawal dari anggota Reskrim yang melakukan kegiatan patroli. Saat melintas di Jalan Kertha Petasikan, Denpasar Selatan, polisi mendapati keempat orang ini sedang asyik nongkrong. Sehingga polisi yang melakukan patroli memberikan imbauan. Namun mereka tidak terima.

Bahkan, Imanuel Pratama yang ternyata merupakan residivis, mengeluarkan pedang yang dibawanya. Melihat hal yang membahayakan, polisi melakukan tembakan peringatan. Namun pemuda asal Yang Batu, Denpasar Timur ini justru berusaha merampas senjata milik anggota polisi, sehingga anggota polisi yang lain terpaksa menembak kakinya untuk melumpuhkannya.

"Padahal anggota polisi sudah mengeluarkan identitas anggota polisi, tetapi mereka tidak menghiraukan dan tetap melawan petugas, sehingga ditembak kena tempurung lututnya dan harus dioperasi. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara," ungkap seorang petugas.

Direktur Utama RS Bali Mandara, Bagus Dharmayasa mengatakan, pihaknya  merawat pasien luka tembak. Namun pihaknya enggan membeberkan lebih jauh,  dan menyarankan untuk konfirmasi kepada pihak kepolisian dulu. "Kami hanya merawatnya. Supaya tidak salah dan lebih jelas, hubungi pihak kepolisian untuk memberikan keterangan karena itu wewenangnya kepolisian," ujarnya.

Sementara itu Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika saat dikonfirmasi, menyampaikan belum tahu kasus tersebut. "Wah saya belum tahu," jawabnya singkat.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia