Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diguyur Hujan Deras, Penyengker Sekolah, Kamar Mandi dan Dapur Amblas

14 April 2019, 18: 17: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diguyur Hujan Deras, Penyengker Sekolah, Kamar Mandi dan Dapur Amblas

AMBLAS : Kondisi senderan dak warga jebol amblas kamar mandi dan dapur di Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu (13/4). (ISTIMEWA)

Share this      

dan sekitarnya. Hal ini pun menyebabkan sejumlah tembok warga jebol dan amblas. Diantaranya senderan bangunan dak milik I Nyoman Sudarsana di Banjar Abianluang, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti Tabanan yang jebol Sabtu sore (13/4) sekitar pukul 18.00 Wita. 

Parahnya lagi senderan yang jebol mengakibatkan dapur serta kamar mandi milik korban amblas, kemudian menimpa senderan rumah milik I Wayan Sueca serta pilar rumah milik I Putu Eka Naraya Saputra yang ada dibawahnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah.

Perbekel Desa Baturiti, I Ketut Matra mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi Sabtu sore setelah daerah Baturiti diguyur hujan deras sejak pagi harinya. Ketika itu dirinya mendapatkan informasi bahwa senderan bangunan dak milik Nyoman Sudarsana sepanjang 12 meter denhan tinggi 7 meter jebol ke arah barat dan menimpa dua rumah warga. "Senderannya sehingga membuat kamar mandi dan dapur Pak Sudarsana ikut amblas," ujarnya Minggu (14/4). 

Kemudian senderan yang amblas langsung menimpa senderan rumah milik Wayan Sueca sepanjang 8 meter dan tinggi 7 meter dan pilar rumah Putu Eka Naraya Saputra. Akibatnya senderan rumah Wayan Sueca pun ikut ambruk dan pilar rumah Eka Naraya Saputra patah. "Ada dua bangunan warga yang terkena senderan yang amblas itu," imbuhnya.

Atas peristiwa tersebut,  warga beserta kepolisian dan TNI pun melakukan gotong royong guna mengantisipasi longsor ketika hujan turun. "Tadi kami sudah gotong royong antisipasi longsor, padahal bangunan dak ini baru dibangun 5 bulan lalu kemungkinan karena tanah labil disertai dengan hujan deras," tutur Matra.

Selanjutnya, ia pun mengaku akan melaporkan peristiwa tersebut ke BPBD Tabanan  Senin (15/4). Sementara laporan awal sudah dilaporkan ke Camat agar bisa dikawal. "Hari Senin kami akan buatkan laporan dibawa ke BPBD," pungkasnya.

Sehari sbelumnya, tembok penyengker SDN 1 Pesagi juga ambruk akibat hujan deras Jumat (12/4). Tembok penyengker sepanjang 15 meter itu pun menutup jalan menuju arah Banjar Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, Tabanan. 

Perbekel Desa Pesagi, I Made Sudana menuturkan bahwa tembok SDN 1 Pesagi ambruk  Jumat sore sekitar pukul 15.00 Wita ketika sedang hujan deras. "Yang ambruk tembok bagian selatan sepanjang 15 meter," ujarnya.

Akibatnya jalan penghubung Banjar Pesagi ke Banjar Pegubugan Kangin tertutup material. Namun krama adat Pesagi telah melakukan gotong royong Sabtu pagi sehingga jalanan sudah bisa dilewati.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia