Kamis, 23 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Maling Motor untuk Trek-trekan, Dua Pelajar SMP Ditangkap

14 April 2019, 18: 47: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Maling Motor untuk Trek-trekan, Dua Pelajar SMP Ditangkap

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Polsek Kota Klungkung mengamankan dua pelajar SMP Sabtu (13/4) lalu. Yaitu GLN,16 dan PAA,15. Mereka dari desa yang sama di wilayah Kecamatan Klungkung. Kedua pelajar SMP di dua sekolah berbeda di Kota Semarapura itu diamankan karena diduga maling sepeda motor Suzuki Satria RU  milik I Ketut Sandi,42, asal Desa Akah, Klungkung.

Kapolsek Kota Klungkung Kompol Wayan Sarjana mengatakan, berdasarkan interogasi terhadap keduanya, sepeda motor itu diambil GLN. Kepada polisi, GLN nekat mencuri motor untuk dipakai trek-trekan. “Katanya senang melihat motor itu. Cocok dipakai trek-trekan,” ujar Sarjana, Minggu (14/4).

Sarjana menyebutkan, GLN beberapa kali menonton trek-trekan di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, wilayah Watu Klotok.

Menurut Sarjana, GLN mencuri motor itu saat parkir di pinggir jalan dekat  Polsek Kota Klungkung di Desa Akah, Sabtu sekitar pukul 15.00. Saat itu, pemiliknya berada di sawah. GLN kebetulan melintas di sana. Saat mengambil motor, motornya dia ditaruh di sana. Uniknya, GLN maling motor dalam keadaan tidak berisi bahan bakar minyak (BBM). Karena sebelum parkir, motor itu memang kehabisan BBM. Pemilik sempat menutun motornya hingga di lokasi, sebelum akhirnya ditinggal ke sawah.

GLN pun harus menutun motor tersebut, hingga di depan Polsek Kota Klungkung bertemu dengan pelaku PAA. Dengan alasan kehabisan BBM, dia minta tolong PAA membantunya mendorong. Motor didorong menuju tukang kunci di Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin. Di sana membuat kunci palsu dan membeli BBM.  

“Ceritanya PAA ini tidak tahu itu motor curian. Dia mengendarai sepeda motornya sambil mendorong motor curian itu,” tegas Sarjana.  

Polisi dengan mudah mengendus keduanya karena motor GLN ditinggal di TKP. Mereka juga terekam CCTV di Balai Desa Akah. Keduanya ditangkap di rumah masing-masing. Hingga kemarin, keduanya masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Klungkung. “Karena kami di polsek tidak ada penyidik PPA, jadi dibawa ke polres,” tandas mantan Kapolsek Nusa Penida itu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia