Kamis, 23 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Edarkan Sabu, Pasutri Asal Yogyakarta Ditangkap

15 April 2019, 18: 05: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Edarkan Sabu,  Pasutri Asal Yogyakarta Ditangkap

DIGELANDANG – Pasutri pengedar sabu asal Yogyakarta saat digelandang Sat Res Narkoba Polresta Denpasar, Senin (9/4). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pasangan suami istri asal Yogyakarta,  Setyawan, 22 dan Septiyana, 25, ditangkap Sat Res Narkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali, Senin (9/4) pukul 20.00, saat melintas di Jalan Gelogor Carik Denpasar. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 732,10 gram sabu yang diakuinya dari Jawa.

"Tersangka menyimpan barang bukti berupa sabu di saku celana dan di kamar kosnya di Jalan Taman Sari Banjar Pengipian, Kuta Utara. Barang bukti didapat dari Aristanto, napi yang ada di Lapas," terang Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan,  Senin (15/4).

Pasutri ini baru sebulan menjajaki pekerjaan sebagai kurir. Dalam sehari, tersangka bisa menempel 4 sampai 5 paket, dengan upah Rp 50 ribu per paketnya. Sampai saat ditangkap, tersangka mengaku telah menempel sebanyak 55 kali, dengan berat  tempelan antara 0,5-0,8 gram. Tersangka pernah menempel hingga 5 gram sesuai perintah Aristanto.

"Saat penggeledahan badan, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 8 paket sabu di kantong celana sebelah kiri yang siap untuk ditempel," imbuhnya. Ketika melakukan penggeledahan di kamar tersangka, petugas menemukan 29 paket siap untuk ditempel yang disimpan di dalam brankas warna merah. Sabu tersebut diambilnya dengan cara tempelan. Barang bukti yang disita, adalah sisa pengambilan yang kedua. Sementara pengambilan yang pertama sebanyak 200 gram, telah habis diedarkan.

"Alasannya karena faktor ekonomi. Tersangka mencari keuntungan untuk menafkahi keluarganya," jelasnya.

Ruddi menegaskan, usai kawanan tersangka narkotika jaringan Akasaka dilayar, kini para pemain bisnis haram ini datang dari luar Bali masuk ke Denpasar. "Pelaku luar datang dengan barang bukti banyak. Saya akan ambil tindakan tegas. Saya akan tembak mati. Matikan. Matikan terus," tegasnya.

Keduanya dijerat Pasal 112 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2005 Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, dengan denda Rp 800 juta sampai dengan Rp 8 miliar.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia