Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kedok Janda Penipu Terungkap Setelah Pemilik Foto Lapor Polisi

15 April 2019, 19: 44: 44 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Kedok Janda Penipu Terungkap Setelah Pemilik Foto Lapor Polisi

PALSU : Janda yang bikin akun palsu di medsos dan berhasil menipu empat pria, inisialnya KELD, kini ditahan di Mapolres Buleleng. Seperti terlihat pada Senin (15/4) lalu. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Terungkapnya kasus penipuan dengan modus akun media sosial palsu yang dilakukan KELD,28, bermula dari Luh Eka Apriliani. Teman pelaku yang berasal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Ceritanya berawal saat Luh Eka diminta membayar utang oleh seorang pria yang sempat ditipu pelaku. Lantaran merasa tidak meminjam uang, Luh Eka pun akhirnya mengetahui jika fotonya di akun palsu dipakai untuk menipu sejumlah orang.

Merasa nama baiknya dicemarkan, Luh Eka melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polres Buleleng, Jumat (12/4) lalu.

Berbekal laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Hingga pelakunya, KELD yang berasal dari Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, berhasil diamankan.

"Awal ketahuannya saat korban yang ditipu (KELD) mencari saya. Dia minta sejumlah uang. Karena korban pikir kalau yang di FB itu adalah saya. Karena saya tidak merasa meminjam uang, ya saya melapor,” jelas Eka.

Eka tidak membantah kalau dirinya memang sempat kenal dengan pelaku sejak 2012 lalu. Dirinya juga membenarkan kalau ponsel miliknya sempat dipinjam pelaku selama dua hari. Alasannya, waktu itu pelaku mengaku tidak punya ponsel.

“Saya pinjamkan, karena saya anggap dia teman. Ternyata banyak foto-foto saya di ponsel itu yang dia ambil untuk diunggah ke akun palsu tersebut," terangnya.

Sementara, saat menangkap KELD di tempat tinggalnya, polisi juga menyita satu unit ponsel merek OPPO A3+ warna hitam. Kemudian satu unit ponsel VIVO model 1414 warna hitam.

Di masing-masing ponsel itu terdapat aplikasi Facebook yang masing-masing berisi akun dengan nama @Risnha. Kedua ponsel itu disita sebagai barang bukti aksi penipuan yang dilakukan KELD.

Kepada media, pelaku KELD mengaku menggunakan uang hasil menipu para lelaki tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia mengaku terpaksa lantaran tidak punya pekerjaan.

Di sisi lain, dirinya mesti memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Khususnya untuk kedua anaknya. "Saya sudah bercerai dan menjanda. Ya kapok saya," singkatnya.    

(bx/dik/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia