Selasa, 21 May 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Pasiraman Ida Ratu Gunung Merta dan Arca Punya Kekuatan Magis

16 April 2019, 10: 37: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pasiraman Ida Ratu Gunung Merta dan Arca Punya Kekuatan Magis

ARCA: Palinggih Arca diyakini umat menjadi tempat memohon beragam pinta. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Tempat malukat  di Puru Gunung Merta di Banjar Madangan Kaja, Desa Petak, Gianyar, punya tuah khusus. Selain itu, Palinggih Arca juga punya daya magis.

Tempat malukat atau Pasiraman di Pura Gunung Merta di Banjar Madangan Kaja, Desa Petak, Gianyar, diyakini masyarakat setempat bisa menyembuhkan penyakit  gangguan jiwa. Baik yang kena bebai (santet) maupun yang menderita sejak lahir.

Pemangku Pura Gunung Merta, Jero Mangku Wayan Arman didampingi Bendesa Adat Madangan Kaja, Gianyar,  I Nyoman Tempil, mejelaskan, warganya memang ada mengalami gangguan jiwa. Lantaran diyakini tempat pasiraman tersebut bisa menyembuhkan penyakit kejiwaan, maka dicobalah untuk dilukat. “Ada warga saya yang anaknya gila, kemudia diajak malukat. Sekitar tiga kali melukat, sakitnya sembuh, dan sampai saat ini orangnya masih hidup,” terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin di Gianyar.


Pria asli Madangan Kaja ini pun memaparkan, jika akan tangkil dan malukat cukup membawa sarana berupa canang ataupun pajati. Meski tidak terikat aturan khusus sarana yang dipersembahkan, namun yang  terpenting hati saat melakukan malukat harus yakin dan bersih. Niscaya kesembuhan yang didambakan bisa mujarab pasca melukat di sana. “Selain warga di sini, malah lebih banyak warga di luar Gianyar yang tahu manfaatnya. Sempat juga ada warga dari luar dapat petunjuk lewat mimpi harus malukat di sebuah pura yang ada Palinggih Bujangga dan ada tempat melukatnya,” ungkap  Bendesa Nyoman Tempil.

Setelah bertanya dan mencari informasi, lanjutnya, diketahui Pura Gunung Merta itulah yang dimaksud. Dan, setelah melaksanakannya dan nunas ica, bisa  sembuh total dari penyakitnya. Padahal, pamedek tersebut sudah divonis dokter mengidap penyakit  ganas. “Karena sembuh, dan mungkin dia masesangi (berjanji), sehingga menjelang piodalan menghaturkan sebuah bangunan baru pada Palinggih Bujangga,” ungkap Nyoman Tempil.

Lokasi tempat malukat dari areal pura, turun menuju aliran sungai menapaki  135 anak tangga. Pada pinggir sungai terdapat sembilan pancuran. Semua pancuran itulah yang diyakini punya tuah magis bisa menyembuhkan penyakit kejiwaan dan kritis. “Prosesi malukat pertama, ngaturang piuning di jaba Pura Gunung Merta dengan sarana canang. Kemudian turun ke areal pancuran, kembali menghaturkan canang  di pelinggih yang ada di sana. Selanjutnya kemudian mandi, diawali dari sungai, dan baru malukat di sembilan pancuran tersebut. Setelah selesai, kemudian ganti pakaian dan sembahyang di Pura Gunung Merta dengan  sarana pajati atau canang,” ungkapnya. 


Lantas, bagaimana dengan Palinggih Arca?

Pada jaba tengah Pura Gunung Merta,  terdapat juga Palinggih Arca. "Masyaraka setempat dan di seputaran Gianyar meyakini palinggih tersebut perlancar mencari jodoh bagi yang lama sendiri. Mohon supaya cepat dapat keturunan dan mohon perlancar cari pekerjaan,"  urai  Nyoman Tempil. 

Selain dipercayai sebagai tempat nunas obat, lanjutnya,  juga diyakini sebagai tempat mohon agar cepat bertemu jodoh, punya anak  hingga mencari pekerjaan yang diinginkan. " Semua itu sudah terbukti karena ada warga di sini dan desa tetangga banyak yang melakukan prosesi panauran (menebus),” ucapnya.


Diakuinya, memang saat nunas  tidak diketahui, namun saat terkabulkan,  banyak yang mengatakan akan naur sesangi. "Khususnya saat piodalan, krama setempat jarang beli daging, terlebih babi guling. Pasalnya, sebagian besar krama yang doanya terkabul menghaturkan  babi guling," paparnya.


Ditambahkannya,  pernah ada yang bisik-bisik saat menghaturkan  sesajen bilang sudah bertemu dengan istrinya setelah nunas ica. Begitu juga setiap ada warga yang akan bekerja ke kapal pesiar, lanjutnya,  selalu mohon doa di sini, setelah pulang nanti baru  akan naur sesangi.  "Sempat juga  ada yang ikut tes polisi, dan akhirnya lulus. Namun, semua itu harus diimbangi dengan usaha,” terangnya.


Dijelaskan pemangku  Pura Gunung Merta, Jero Mangku Wayan Arman, sarana yang dibawa  untuk Palinggih Arca  cukup dengan sebuah pajati saja. Selanjutnya berdoa sesuai permohonan yang diinginkan. “Tidak harus menggunakan pajati, apa saja boleh sesuai kemampuan dan keikhlasan. Terpenting adalah niat dan kepercayaan saja,” pungkasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia