Selasa, 21 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

DJ Geg Ayu; Pernah Dipeluk-peluk hingga Bokong Ditampol

16 April 2019, 20: 12: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

DJ Geg Ayu; Pernah Dipeluk-peluk hingga Bokong Ditampol

HADAPI ORANG MABUK: Sebagai DJ memang kerap harus berhadapan dengan orang mabuk. Bahkan kadang dirinya mendapatkan perlakukan tidak baik. (GEG AYU FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, KUTA - Kehadiran Disc Jockey (DJ) perempuan atau yang akrab disapa female DJ memang kerap jadi pusat perhatian crowd. Khususnya bagi kaum pria, kehadiran ‘captain girl’ di balik turning table memang bikin betah. Apalagi jika yang diperlihatkan adalah gaya penampilan yang spektakuler dengan aksi yang atraktif.

Gaya itu pula yang ikut diperlihatkan oleh sosok anak muda cantik asal Bali, yaitu Geg Ayu. Di industri panggung hiburan malam pulau Dewata, nama dara cantik ini memang masih belum dikenal. Mengingat perannya sebagai seorang talent female DJ sempat vakum karena kesibukannya di luar nge-DJ. Namun meski demikian, perempuan yang kembali jadi buah bibir perbincangan hangat ratusan club lovers Bali dan moncer dikenal dengan nama beken female DJ Minnie Bunny ini mulai beradu peruntungan, lewat skill serta kemampuannya dalam berkarya sebagai seorang peramu musik.

“Aku nge-DJ sudah sejak tahun 2016 silam dan sempat vakum karena ada kerjaan lain. Nah, sekarang ini aku kembali lagi di dunia DJ. Lumayan, karena sekarang aku sudah mulai sibuk dengan jadwal manggung yang cukup padat di Bali,” turur Geg Ayu saat diwawancarai Koran Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (14/4).

Perempuan kelahiran Denpasar ini pun tidak memungkiri, jika perannya sebagai seorang female DJ yang tinggal di tengah ingar-bingar kehidupan dunia malam, selalu berhadapan dengan tantangan sekaligus bergelut dengan segudang cerita unik. Pertama-tama, ceritanya, untuk bisa menguasai beragam genre dan teknik memixing musuk dan lagu tidak semudah membalikan telapak tangan. Bahkan, belum terasa lengkap bila tak diimbangi dengan mental atau keberanian untuk bisa tampil percaya diri dihadapan ratusan penikmat musik Electronic Dance Music (EDM). 


“Memang untuk bisa jadi DJ itu, susah-susah gampang. Ya Belajar DJ-nya itu gampang, tapi untuk bisa jadi DJ itu yang susah. Butuh proses bertahun-tahun. Nah aku awalnya latihan di studio Denpasar bali yaitu Topten DJ School Bali. Pelan-pelan aku kemudian mengasah mental dan akhirnya bisa tampil di atas stage juga. Tapi semua itu butuh proses belajar, ketekunan dan kerja keras,” jelas Geg Ayu.

Ujian berikutnya pun masih diemban geg Ayu, dimana ketika sudah total bergelut dari panggung ke panggung ngejalani profesi sebagai DJ. Wanita yang baru menginjak usia 19 tahun ini mengaku, bahwa seorang female DJ harus memiliki ciri khas berpenampilan. Tidak hanya skill bermusik akan tetapi sisi enterpreneur pun harus bisa diperlihatkan. Dengan sendirinya, cara tersebut bisa memikat hati crowd untuk tetap betah menikmati musik yang kita suguhkan.


“Kalau aku yang utama skill. Kedua menguasai panggung, ketiga agresif, keempat berpenapilan menarik, tampil cantik dan selalu tampil seksi. Nah, biasanya untuk menarik perhatian crowd, aku selalu beraksi dengan cara menguasai panggung, happy, dan selalu mengikuti mood tamu. Seperti dengan cermat memilih lagu yang tamu sukai. DI jamin pecah deh,” imbuhnya.

Tidak heran, dengan karakter agresif dalam bermusik, geg Ayu sering berhadapan pula dengan segudang cerita-cerita unik lainnya. Pengalaman itu, kenangnya adalah ketika dirinya sempat dipeluk-peluk crowd bahkan bokongnya sempat di tampol atau dipukul oleh penggemarnya. Akan tetapi Kejadian itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus mengembangkan passion sekaligus hobi-nya dalam bermusik.


“Kalau aku sih masih nyaman aja dengan profesi DJ. Hanya saja terkadang banyak netizen yang suka nyinyir. Tapi semua itu aku maklumi ya, karena konsekuensi seorang DJ perempuan ya seperti itu. Harus bisa tahan banting,” kata dia.

“Intinya tetap berjalan pada track dan tetap menjaga attitude yang baik saja. Seperti aku yang pernah di peluk-peluk, nampol (mumukul) bokong dan lain-lain, tapi aku sabarin aja. Aku maklumin lah, namanya juga orang mabok,” tegas wanita yang punya hobi di dunia dance ini. Bagi female DJ penikmat genre musik Hip-hop dan trap tersebut, profesi sebagai DJ yang digeluti oleh kaum hawa tidaklah semua negatif. Peran DJ pun tidak jauh berbeda layaknya para seniman musik yang betul-betul ingin menghibur dari karya musik. 


Ia juga sangat menyayangkan dengan anggapan atau stigma miring sebagian masyarakat tetang kehadiran female DJ. “Hanya karena tampil seksi dianggap tindakan yang menyimpang lah, seronok lah dan lain-lain. Jadi tidak semua peran female DJ itu negatif ya. Karena di dunia DJ, kita hanya menghibur tamu dengan memain kan lagu. Dan nilai positif nya kita banyak dapat ilmu dan teman. Semua hal negatif itu tergantung dari female DJ nya sendiri, gimana membawa diri agar tidak masuk dalam hal negatif,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia