Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Taman Ujung; Balai Kapal untuk Prewedding, Meditasi di Balai Gili

16 April 2019, 20: 20: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Taman Ujung; Balai Kapal untuk Prewedding, Meditasi di Balai Gili

INDAH: sebuah Kawasan wisata yang sangat indah, penuh dengan nilai sejarah. Bagi yang belum pernah, silakan datang ke Taman Soekasada Ujung. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Objek wisata Taman Soekasada Ujung, Karangasem tidak asing lagi. Objek wisata yang merupakan warisan zaman Kerajaan Karangasem yang dibangun 1919 itu menjadi salah satu objek wisata andalan kabupaten paling ujung Pulau Bali.

Begitu masuk ke Taman Ujung, suasana sejuk terasa. Di sana pengunjung bisa melihat sejumlah bangunan dengan struktur maupun bentuknya masih mencirikan bahwa itu dibangun zaman kerajaan.  Bahkan ada salah satu bangunan yang sejak zaman kerajaan tidak pernah direhab. Kerusakan akibat letusan hebat Gunung Agung 1963, serta guncangan keras gempa bumi Karangasem dan gempa bumi Singaraja tetap dibiarkan. Namanya Balai Kapal. Bangunan itu dibiarkan tanpa atap karena bencana alam. “Kecuali Balai Kapal, bangunan lain semua telah diperbaharui karena hancur akibat bencana. Tapi bentuk, posisi dan strukturnya masih sama seperti bangunan pertama,” terang Manajer Badan Pengelola Taman Ujung Ida Made Alit ditemui belum lama ini.

Meskipun Balai Kapal itu tak seutuh bangunan lainnya, justru menjadi paling diminati pengunjung. Sejumlah pengunjung mengaku tak asyk bila ke Taman Ujung tidak sempat mengambil foto di Balai Kapal yang berada paling atas. Untuk menjangkaunya mesti naik sekitar 80 anak tangga.

Tak hanya bisa foto di bangunan zaman kerajaan, pengunjung bisa melihat dari atas kawasan Taman Ujung yang luasnya sekitar 7 hektare itu. Dari sana juga terlihat pemandangan laut dan Gunung Agung maupun Bukit Lempuyang. Seperti diketahui, pada zaman kerajaan Balai Kapal merupakan pintu masuk utama. Bangunan tersebut juga berfungsi sebagai tempat raja melakukan pengawasan terhadap kapal yang nyebrang di Selat Lombok, termasuk tempat raja melihat pemandangan. “Saat cuaca cerah di pagi hari, Gunung Rinjani di Lombok kelihatan dari Balai Kapal,” jelas Ida Made Alit. 

Bagi pengunjung yang sesi foto prewedding di Taman Ujung, Balai Kapal seperti menjadi objek wajib. Hampir setiap prewedding mengambil foto di sana. “Kalau untuk prewedding, Balai Kapal paling favorite karena bangunannya unik,” sambung pria yang lama berkecimpung di dunia pariwisata itu.

Selain Balai Kapal, bangunan lain yang tak kalah menarik di objek wisata yang belakangan dikenal dengan Water Palace (istana air) itu adalah Balai Gili. Posisinya berada di tengah-tengah kolam dengan dua jembatan sebagai penghubung menuju ruangan itu. Zaman dulu, ruangan itu merupakan tempat peristirahatan raja. Terdapat empat ruangan di sana. Dua ruangan terbuka untuk umum. Di sana bisa melihat koleksi foto-foto keluarga raja. Sedangkan dua ruangan lain tergolong private. Hanya orang tertentu bisa masuk ke ruangan dilengkapi tempat tidur raja itu. Mereka yang ingin masuk ke sana mesti izin kepada petugas. Tidak sembarang orang bisa masuk. “Biasanya yang masuk ke kamar itu yang ingin meditasi atau merasakan getaran spiritual,” sebut pria asal Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem itu. Selain dua tempat tersebut, masih ada beberapa bangunan yang tak kalah menarik di sana. Di antaranya, Balai Kambang yang posisi hampir sama dengan Balai Gili, yaitu di tengah-tengah kolam. Ada juga Balai Bundar dan Balai Lunjuk. “Yang banyak dikunjungi, ya dua itu. Balai Kapal dan Balai Gili,” tegas dia. Untuk masuk ke Taman Ujung, wisatawan asing dikenakan tiket masuk Rp 50 ribu per orang. Wisatawan lokal bayar jauh lebih murah, yaitu Rp 15 ribu per orang. Saat ini, kunjungan lebih banyak wisatawan asing, yaitu Eropa.  Sedangkan untuk kegiatan prewedding, bayar tiket masuk Rp 2 juta bagi wisatawan asing. Wisatawan domestik bayar Rp 1 juta. “Satu paket prewedding bisa masuk 8 orang,” tandas mantan anggota DPRD Bali periode 2004-2009 itu. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia