Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik
PEMILU 2019

Hendak Nyoblos dengan C6 Orang Lain, Seorang Pria Diinterogasi

17 April 2019, 19: 48: 07 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hendak Nyoblos dengan C6 Orang Lain, Seorang Pria Diinterogasi

INTEROGASI : Bawaslu Tabanan saat menginterogasi seorang pria yang hendak nyoblos dengan C6 orang lain (duduk di atas Scoopy), Rabu (17/4). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Seorang pria yang hendak mencoblos dengan menggunakan formulir C6 (undangan memilih) orang lain dipergoki di TPS 32 Banjar Tunggak Sari, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Rabu (17/4). Peristiwa itu pun langsung dilaporkan ke Bawaslu Tabanan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, seorang pria datang ke TPS 32 dengan membawa C6 atas nama Wagiman kemudian diserahkan pada bagian pendaftaran. Hanya saja orang yang bernama Wagiman ternyata sudah memberikan hak suaranya sehingga petugas terkejut dan langsung menanyakan kepada pria tersebut dari mana mendapatkan C6 itu. Karena pemilik C6 itu sendiri mencoblos dengan menggunakan e-KTP. 

Tanpa disengaja peristiwa itu diketahui oleh salah seorang Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra, Mohamad Homaidi Johosang. Selanjutnya hal itu pun dilaporkan ke Bawaslu Tabanan.

Kepada awak media, Mohamad Homaidi Johosang, 42, menceritakan bahwa saat itu dirinya sedang mencoblos di TPS 32. Namun tiba-tiba ada seorang pria yang datang kemudian menyerahkan form C6 pada bagian pendaftaran yang kemudian ditolak lantaran C6 yang dibawa adalah milik orang lain. "Ternyata orang yang C6-nya dibawa itu atas nama Wagiman sudah nyoblos dengan menggunakan E-KTP sehingga petugas nanya darimana kami dapat C6 itu, dan itu pas didepan saya," ungkapnya.

Karena merasa ada yang tidak beres, Caleg Nomor Urut 5 Dapil Tabanan-Kerambitan itu pun langsung mengambil foto pelaku. Sedangkan pelaku langsung kabur. "Saya cari orang itu ke rumahnya tapi dia sembunyi, akhirnya saya laporkan ke Bawaslu baru dia datang," imbuhnya.

Dan setelah diinterogasi ternyata pria tersebut bernama Saiful Hidayat, 25, dengan alamat sesuai pada KTP yakni Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Hanya saja, Johosang sedikit kecewa setelah Bawaslu Tabanan mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran lantaran pelaku belum melakukan pencoblosan.

"Persepsi dari Bawaslu Tabanan itu yang perlu dikaji adalah dari pendaftaran sampai pencoblosan. Padahal saya selaku kader partai melihat ke belakang bahwa ada orang yang menyebarkan C6, nah ini siapa yang mengurusi? Sedangkan pemilik C6 itu saja nyoblos pakai E-KTP lalu petugas menyerahkan C6 itu kemana, kok bisa sampai pada orang ini?" sambungnya.

Dengan demikian, dirinya berharap orang yang memberikan C6 kepada pelaku dapat dikejar sehingga diketahui motifnya meskipun pelaku belum sempat mencoblos. Karena menurut keterangan pelaku, ada orang yang menukar C6 ibunya atas nama Rahmaniah dengan C6 atas nama Wagiman tersebut. "Kalau memang tidak ada unsur pidana ya tidak apa-apa, tetapi persoalan ini perlu pengkajian, dan saya rasa kita bisa temukan orang yang memberikan C6 itu karena pelaku ini tau ciri-ciri orangnya. Dan secara logika kenapa pelaku ini mau C6 ibunya ditukar" tandasnya.

Sementara itu pelaku Saiful Hidayat berdalih mendapatkan C6 tersebut dari seseorang yang berkulit hitam dan bertubuh agak gemuk serta sering mondar-mandir di daerah Pasar OB. Saat itu dirinya sedang dalam perjalanan menuju TPS 32 sekitar pukul 11.00 wita untuk menanyakan perihal sang ibu yang tuna netra.

"Ibu saya kan tuna netra dan punya surat untuk mencoblos (C6), lalu saya mau ke TPS maunya nanya sama petugas apa bisa nyoblosnya saya wakilkan, jadi saya bawa C6 ibu saya," tutur pelaku.

Namum belum sampai di TPS, tiba-tiba ada seorang pria agak gemuk menghampiri dirinya dan bertanya mau kemana.  "Langsung saya tanya bisa tidak saya wakilkan ibu saya, dia jawab tidak bisa. Lalu dia kasi saya surat san bilang kalau pakai surat ini baru bisa, jadi dia tukar surat ibu saya. Saya gak tau apa-apa ya mau saja," imbuhnya.

Atas peristiwa tersebut, Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada yang langsung datang ke lokasi mengatakan bahwa dengan adanya laporan tersebut maka pihakny terlebih dahulu akan mengumpulkan data-data. Setelah data terkumpul maka akan dilakukan kajian oleh pihaknya. "Apakah ini pelanggaran atau tidak yang jelas jajaran kita dibawah KPPS dan Panwascam sudah melakukan pencegahan sehingga pencoblosan belum terjadi," tegasnya.

Rumada mengaku bersyukur karena jajarannya sigap mencegah pelaku sehingga tidak sampai melakukan pencoblosan. Namun pihaknya tetap akan melakukan pemantauan sehingga Pemilu di Tabanan berjalan lancar. "Seperti halnga kemarin ada isu indikasi money politik, kita langsung turun ke lapangan namun ternyata tidak kita temukan. Intinya peristiwa ini belum terjadi karena sudah dicegah," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia