Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik
PEMILU 2019

Soal Dugaan Money Politic di Sudaji, Bawaslu Minta Klarifikasi Loteng

17 April 2019, 20: 01: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Dugaan Money Politic di Sudaji, Bawaslu Minta Klarifikasi Loteng

KLARIFIKASI: Suasana klarifikasi dugaan money politik di Desa Sudaji. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Gede Sarjana alias Loteng akhirnya mendatangi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dari unsur Bawaslu, Kejari dan Polres Buleleng, Rabu (17/4) pagi. Loteng datang untuk memberikan klarifikasinya terkait dugaan politik uang di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Loteng tiba di Kantor Bawaslu Buleleng sekitar pukul 09.55 wita. Sebelum melakukan klarifikasi, Sentra Gakkumdu terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi secara internal. Sekitar pukul 10.45 wita, barulah terlapor memasuki ruang Ketua Bawaslu Buleleng untuk proses klarifikasi.

Dalam klarifikasinya, pria bertato itu tidak pernah menyangka jika kasus ini berbuntut panjang. Terlebih dirinya merasa tidak pernah melakukan politik uang untuk Pemilu 17 April ini. Loteng berdalih jika dirinya memberikan uang kepada seseorang di sebuah bengkel di Desa Sudaji atas inisiatif sendiri.

Loteng pun tak menampik jika sebelumnya dirinya memang sempat menerima uang senilai Rp 250 ribu dari salah seorang Calon Legislator dari Desa Bungkulan tanggal 13 April lalu. Saat itu, Pria yang kesehariannya sebagai tukang ojek ini mengantar muatan ke rumah Caleg tersebut itu karena ada pembekalan saksi.

Kronologinya, Loteng diberikan uang oleh Caleg itu saat dirinya sedang menunggu si saksi di rumah caleg tersebut. "Besoknya kebetulan saya lewat ke bengkel langganan saya itu Pak. Saya kenal orangnya tapi tidak tahu namanya. Nah dia (pemilik bengkel, Red) cerita kalau ibunya sakit. Makanya saya kasih uang Rp 100 ribu ke dia," tuturnya.

Saat memberikan uang itu, Loteng juga memberikan tiga buah kartu nama dari caleg perempuan dari Desa Bungkulan Kecamatan Sawan tersebut. "Itu uang saya, saya inisiatif sendiri memberikan sambil juga memberikan kartu nama. Kalau mengajak untuk memilih saya tidak pernah ngomong begitu, saya cuma bilang, tulungin masi tiang nggih, (tolong juga saya ya, Red)" tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng Putu Sugi Ardana mengatakan, setelah melakukan klarifikasi terhadap Gede Sarjana alias Loteng selaku terlapor, Bawaslu Buleleng kembali akan melayangkan surat panggilan untuk proses klarifikasi terhadap dua orang yang disebutkan menerima uang tersebut.

Mereka masing-masing Luh Sukadini, dan Ketut Kertya. “Si pelapor mengatakan itu yang menerima uang. Itu kata si pelapor, makanya kami mencoba mengklarifikasi apakah benar mereka menerima uang,” ucapnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia