Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik
Pemilu 2019

Pegawai dan Pasien RSD Mangusada Gagal Nyoblos

17 April 2019, 23: 34: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pegawai dan Pasien RSD Mangusada Gagal Nyoblos

MENUNGGU: Suasana di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada saat Pemilu, Rabu (17/4). Sebagian besar pegawai dan pasien gagal nyoblos. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada hanya bisa mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, sebagian besar pegawai rumah sakit milik pemerintah tersebut tak bisa menggunakan hak pilihnya saat pemilu, Rabu (17/4). Tak hanya pegawai, ratusan pasien pun menanggung nasib yang sama.

Dirut RSD Mangusada Kabupaten Badung dr. I Nyoman Gunarta mengakui, sebelumnya, pihaknya telah melapor ke KPU Badung bahwa ada ratusan pasien dan puluhan pegawai yang diperkirakan akan menyalurkan hak suaranya. “Kami sudah melapor kondisi pemilih di RSD pada 9 April lalu, sehingga kami pun sudah mengumumkan ke pegawai yang bertugas bahwa mereka bisa mencoblos di rumah sakit,” ungkapnya.

Namun, dari 67 pegawai yang sudah didaftarkan, hanya 15 orang yang bisa menggunakan hak pilihnya. Sementara pasien yang juga tidak bisa memilih sebanyak 200 orang.

Sebetulnya, TPS terdekat, yakni TPS 29 yang terletak di Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, Mengwi telah melakukan pemungutan suara di rumah sakit. Sayangnya, hanya terdapat 15 surat suara. Akibatnya, ada 52 pegawai yang sudah memiliki C6 atau surat undangan memilih, tidak bisa mencoblos.

 “Dari catatan KPPS, hanya 15 orang yang bisa memilih. Mereka merupakan pegawai di sini,” terangnya seraya menyebutkan, masalah ini sepenuhnya diserahkan kepada instansi terkait, yakni KPU Badung.

Ketua KPU Badung Wayan Semara Cipta yang datang ke lokasi, tak menampik masalah tersebut. “Sementara dalam PKPU tidak diatur adanya TPS di rumah sakit, kecuali di Lapas sehingga hanya mengandalkan suara sisa. Sedangkan, TPS terdekat dengan rumah sakit, disibukkan dengan proses penghitungan,” dalihnya.

Dia juga mengakui bahwa terjadi kekurangan jumlah surat suara di sejumlah TPS. “Sejumlah TPS seperti di Kuta juga ada lonjakan pemilih, karenanya dilakukan redistribusi surat suara. Artinya, surat suara yang lebih di TPS lain, diarahkan ke Kuta,” jelasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia