Senin, 20 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bakar Sampah, Pura Paibon Hangus Terbakar

18 April 2019, 18: 41: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bakar Sampah, Pura Paibon Hangus Terbakar

HANGUS : Pura Paibon Pasek Gelgel hangus dilalap si jago merah, Kamis (18/4). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN – Tujuh pelinggih di Pura Paibon Pasek Gelgel di Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, hangus dilalap si jago merah.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/4) sekitar pukul 10.00. Diduga, sumber api berasal dari percikan api sisa pembakaran kayu dan sampah di dekat pura tersebut.

Akibat peristiwa itu, pengempon pura mengalami kerugian hampir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa itu bermula ketika salah seorang warga melihat kepulan asap dari atas salah satu pelinggih pura yang diempon 20 KK tersebut.

Kejadian tersebut dilaporkan pengempon pura ke Kantor Satpol PP Tabanan untuk meminta bantuan armada pemadam kebakaran.

 "Sembari menunggu armada damkar datang, warga mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya," ujar Bendesa Adat Tanah Pegat, I Ketut Pirut.

Lima menit kemudian, tiga unit armada Damkar tiba di lokasi, dipimpin Kabid Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Tabanan, I Ketut Suardi, melakukan pemadaman.

Sayangnya, akibat angin kencang, api dengan cepat melalap pelinggih lainnya. Total 7 pelinggih hangus terbakar, termasuk satu buah Piasan dan Meru.

 "Kami dicari ke kantor oleh masyarakat, mungkin karena tidak tahu nomor telepon. Kami langsung meluncur ke lokasi dengan tiga unit armada," tegas Suardi.

Api baru bisa dipadamkan 2,5 jam kemudian dan menghabiskan 6 tanki air. “Angin kencang menjadi kendala karena api dengan cepat membesar.  Bahkan satu pelinggih terpaksa dirobohkan agar apinya tidak merembet ke bangunan rumah di sebelahnya," lanjutnya.

Penyebab kebakaran diduga akibat adanya buruh yang membakar sisa kayu dan sampah di timur pura. Angin kencang menerbangkan percikan api sehingga mengenai atap pelinggih yang terbuat dari duk (ijuk).

 "Menurut keterangan saksi, di timur pura ada pembangunan perumahan. Sisa-sisa potongan kayu ini kemudian dibakar dan diduga percikan apinya mengenai atap pelinggih," pungkasnya seraya menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia