Jumat, 24 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gara-Gara Truck, Perbatasan Jalan Suli dan Jalan Kapten Dipta Jebol

19 April 2019, 17: 17: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gara-Gara Truck, Perbatasan Jalan Suli dan Jalan Kapten Dipta Jebol

BERLUBANG : Tampak setengah Jalan Kapten Dipta menuju Jalan Suli Gianyar masih berlubang, Jumat (19/4). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Sekitar 500 meter ke arah selatan dari Lapangan Astina Gianyar, tepat pada Jalan Kapten Dipta menuju Jalan Suli tampak ada jalan berlubang. Bahkan setengah badan jalan tidak bisa dilalui dan membahayakan pengendara yang melintas. Pantauan koran ini, Jumat (19/4) beberapa batang pohon juga dipajang oleh warga untuk mengingatkan pengendara agar berhati-hati.

Salah satu warga yang memiliki toko depan lokasi tersebut dan enggan dikorankan namanya mengaku biang keroknya adalah truck pengangkut pasir. Diperkirakan tidak mampu menahan beban, saat menuju Jalan Suli dari Jalan Kapten Dipta sehingga membuat jalannya jebol. Tempatnya itu berlokasinya pada Banjar Sangging, Gianyar.  “Mungkin karena terlalu berat, sedangkan selokan di bawahnya juga kemungkinan sudah abrasi sehingga jebolnya melebar,” terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Pasca kejadian itu, sekitar satu setengah bulan lalu beberapa pihak pemerintah dan media juga dikatakan sempat ke sana. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutannya. “Sudah berkali-kali ada orang yang ke sini gus, sampai sini dia foto jalannya, kemudian menghampiri saya juga dan tanya-tanya tapi gak ada apa sampai saat ini,” ungkap dia.

Sedangkan Kelihan Banjar Sangging, Anak Agung Gede Mayun membenarkan lubang itu akibat dari truck yang membawa muatan terlalu berat. Bahkan pasca kejadian tersebut pihaknya telah langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari kelurahan, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Gianyar.

“Sudah sempat saya surati juga sekitar dua minggu lalu ke Dinas PUPR perantara dari Pak Lurah. Soalnya ini kan jalannya perbatasan, antara jalan kabupaten dan jalan desa. Makanya biar ada kepastian dulu, dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda tindaklanjutan. Mau bagaiaman lagi, harus sabar saja,” tandasnya.

Meski belum sempat menyebabkan kecelakaan, namun ia berharap jangan sampai hal itu terjadi. Meski pada malam hari pihaknya hanya mengandalkan batang pohon yang dipasang sebagai antisipasi. Sedangkan penerangannya hanya mengandalkan lampu penerangan jalan seadaanya.

“Janganlah sampai terjadi kecelakaan dan pengendara jatuh di sana. Sedangkan kalau malam kita hanya gunakan peneragan jalan seadaanya dan batang pohon dan rambu seadaanya juga,” imbuh Agung Mayun.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia