Sabtu, 25 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Prosesi Sakral Warnai HUT Kota Gianyar

19 April 2019, 19: 52: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Prosesi Sakral  Warnai HUT Kota Gianyar

RITUAL : Pelaksanaan Apel HUT ke-268 Kota Gianyar di Lapangan Astina Gianyar, Jumat (19/4) diwarnai ritual sacral. (HUMAS PEMKAB GIANYAR FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Perayaan apel HUT ke-248 Kota Gianyar tahun 2019 berlangsung khidmat. Pelaksanaannya diawali dengan prosesi sakral pemercikan tirta terhadap lambang kebanggaan Kabupaten Gianyar “Dharma Raksata Raksita”.

Hal itu dilakukan Wakil Gubernur Bali Cokorda Artha Ardana Sukawati, didampingi Bupati Gianyar Made Mahayastra, Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun, Ketua DPRD Gianyar beserta jajaran, Forkopimda, Sekretaris Daerah Kab.Gianyar, beserta pejabat terkait lainnya di Lapangan Astina Gianyar, Jumat (19/4).

HUT ke-248 Kota Gianyar kali ini mengambil tema “Satya Premana Winangun Loka Budaya”  yang berarti kekuatan jiwa membangkitkan budaya lokal dalam menghadapi tantangan arus budaya.

Amanat Gubernur Bali Wayan Koster yang disampaikan Wagub Bali Cok Ace menyebutkan, masyarakat Gianyar sudah berperan aktif dalam membangun daerahnya. Karena itu, relevansi kearifan lokal mesti dipadukan beriring dengan taksu Gianyar sebagai kota seni dan kota pusaka.

”Saya harap potensi seni budaya terus digali, dan sesuai dengan nilai luhur Tri Hita Karana. Bali sudah dikenal berkat keunikannya. harmoni alam, dan kehidupan bermasyarakat sangat seimbang. Jangan sampai pembangunan menjadi kebablasan. Harus tetap fokus, dan tidak tumpang tindih dengan keajegan budaya, skala dan niskala harus sejalan,” ucap mantan Bupati Gianyar tersebut. 

Cok Ace menambahkan, permasalahan kemiskinan tetap harus diprioritaskan. Desa pakraman, subak, banjar adat juga harus dikuatkan. Namun pembangunan dan budaya harus seimbang dan tidak tumpang tindih. 

Wagub Cok Ace juga menyinggung pesta demokrasi (pemilu) yang berlangsung 17 April. Dia mengapresiasi antusias masyarakat dalam pemilihan presiden dan calon legislatif.  Hal ini, menurutnya, menandakan masyarakat sudah mulai melek terhadap politik dan ingin terlibat langsung dalam pembangunan negara.

“Apapun hasil pemilu, masyarakat hendaknya bersatu kembali. HUT Kota kali ini merupakan momentum untuk menyatukan visi dan bersama membangun Kabupaten Gianyar secara khusus dan Bali secara umum,” tandas Cok Ace. 

Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra berharap, melalui peringatan HUT ke-248 ini, Gianyar semakin kuat membangkitkan budaya lokal dalam menghadapi tantangan arus budaya. "Kita harus terus menguatkan Gianyar sebagai bumi seni," ujar Bupati Mahayastra. 

Seusai apel peringatan HUT di Lapangan Astina Gianyar, rombongan bergerak menuju Taman Makam Pahlawan Gianyar, Kertha Kertya Mandala untuk melakukan ziarah dan tabur bunga.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia