Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik
PEMILU 2019

PDIP Klaim Lima Kursi ke Senayan, Kariyasa-Astrid “Kejar-kejaran”

19 April 2019, 20: 07: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

PDIP Klaim Lima Kursi ke Senayan, Kariyasa-Astrid “Kejar-kejaran”

I GN Alit Kesuma Kelakan (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Proses penghitungan suara pemilihan legislatif (pileg) 2019 untuk tingkat kecamatan baru akan digelar pada 20-21 April besok. Kendati begitu, PDIP Bali sudah memastikan diri memperoleh lima kursi DPR RI.

Sejumlah nama caleg PDIP yang melenggang ke Senayan itu bahkan sudah berseliweran melalui pesan berantai melalui pesan singkat Whatsapp.

Dari PDIP di antaranya ada I Made Urip, Wayan Sudirta, IGN Alit Kesuma Kelakan, Nyoman Parta, dan IG Agung Rai Wirajaya. Serta I Ketut Kariyasa Adnyana atau IG Agung Astrid Kartika yang sejauh ini saling berkejaran suaranya.

Di luar PDIP, ada Gde Sumarjaya Linggih dari Golkar, Putu Supadma Rudana dari Demokrat, dan Ni Luh Jelantik dari NasDem.

Benar atau tidaknya pesan berantai itu hingga kini belum bisa dipastikan. Sebab, penghitungan resmi dari KPU sendiri baru akan dimulai Sabtu (20/4). Itu pun pada tingkat kecamatan.

Meski begitu, klaim PDIP memboyong lima kursi tidak dipungkiri Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Bali, I GN Kesuma Alit Kelakan, saat dikonfirmasi, Jumat (19/4). Hanya saja dia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu penghitungan resmi dari KPU.

Bila mengacu pada data internal partainya, Alit mengaku PDIP berpeluang besar memperoleh lima dari sembilan jatah kursi untuk Bali di DPR RI. Atau, dengan kata lain bertambah satu kursi dibandingkan perolehan pada pileg sebelumnya.

“Sesuai data dan informasi awal yang dikumpulkan saksi di TPS, kami hampir pasti mendapat lima kursi untuk DPR RI. Data untuk caleg ini cukup valid karena berdasarkan C1,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung dia, data yang terhimpun di internal partainya masih di kisaran 80 persen. Karena masih ada dua kabupaten yakni Badung dan Buleleng yang masih dalam proses input data. “Mungkin besok (Sabtu) baru selesai seratus persen,” imbuhnya.

Disinggung soal nama-nama yang beredar, Alit enggan memberikan kepastian. Dia hanya mengatakan tidak jauh beda sembari mengatakan masih menunggu penghitungan resmi dari KPU. “Menurut saya tetap harus menunggu hasil KPU,” tukasnya.

Terkait ramainya informasi mengenai caleg yang lolos ke DPR RI tersebut, Anggota KPUD Bali AA Gede Raka Nakula menegaskan bahwa nama-nama itu bukan dari KPU.

Selaku penyelenggara, KPU baru akan memulai menginput data di tingkat desa dan belum melakukan rapat pleno di tingkat kecamatan.

“Rapat pleno tingkat kecamatan baru dimulai 20 - 21 April. Isu yang beredar itu bukan dari kami. Kita melihat C1 saja belum,” tegas Nakula.

Selain itu, sesuai tahapannya, proses input data dilakukan secara berjenjang. Runutannya, kotak suara dari TPS dikumpulkan ke desa. Kemudian diplenokan di tingkat kecamatan.

Baru setelah itu dibawa ke kabupaten/kota untuk diplenokan. Hasil pleno di tingkat kabupaten/kota itu dibawa lagi ke provinsi untuk diplenokan. Hingga akhirnya dibawa ke pusat.

“Tidak tahu kalau yang membuat isu itu memiliki quick count sendiri. Kami belum bisa pastikan kebenaran isu yang beredar itu. Hasil pemilu bisa diketahui semua setelah 17 hari usai pemilihan,” pungkasnya. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia