Senin, 14 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Setelah Mengeluh Tak Punya Uang, Triangga Gantung Diri di Kamar Mandi

19 April 2019, 20: 12: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Setelah Mengeluh Tak Punya Uang, Triangga Gantung Diri di Kamar Mandi

EVAKUASI: Petugas melakukan evakuasi jasad Komang Triangga ditemukan gantung diri di kosannya, Jumat (19/4). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Seorang pemuda bernama I Komang Triangga Maha Putra, 23, yang tinggal di Jalan Gelogor Carik nomor 19 Pemogan, Denpasar, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (19/4) pukul 02.30 dalam kondisi tergantung menggunakan selendang warna hitam yang diikatkan di Lubang Ventilasi kamar mandi oleh kekasihnya sendiri. 

Dari keterangan kekasih korban Komang Budiastrini, 23, yang sudah setahun tinggal sekamar dengan korban menyampaikan bahwa keduanya sempat mengobrol malam pukul 23.30 sebelum kejadian. Korban yang bekerja di Krisna Oleh-Oleh di Tuban ini mengaku tak memiliki uang dan bermaksud akan meminjam uang kepada kakaknya. Namun saksi melarang kekasihnya tersebut, karena kondisi kakak korban pun tidak bekerja.

Tidak berselang lama korban masuk ke kamar mandi. Saksi sendiri mengira korban sedang mandi. Sementara saksi langsung tertidur lantaran kecapekan sepulang bekerja di tempat yang sama dengan korban. Saat terbangun, saksi tidak melihat kekasihnya sama sekali. Hingga selanjutnya saksi menuju kamar mandi dan berusaha membukanya. “Pas bangun itu, dilihat korban ini tidak ada di sampingnya. Dicarilah ke kamar mandi dan pintu kamar mandi dikunci dari dalam,” ungkap petugas.

Saksi kemudian memanggil-manggil kekasihnya namun tidak ada jawaban. Sehingga saksi mendobrak pintu kamar mandi dan terkejut mendapati korban tergantung kaku. Saksi lalu mengambil pisau dapur dan memotong selendang yang dipakai untuk gantung diri tersebut. Kemudian korban direbahkan di lantai kamar mandi. 

Kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada kepada pemilik rumah I Nyoman Sarta, 42. Hingga dilaporkan kepihak kepolisian setempat. “Tidak pernah melihat keduanya bertengkar maupun ribut-ribut,” ucap Sarta.

Sekitar pukul 04.50, Tim Identipikasi Polresta Denpasar tiba di TKP dan langsung melaksanakan olah TKP. Korban diketahui  memakai celana pendek warna biru dengan kombinasi warna merah dan tidak menggunakan baju. Pun juga nihil tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya keluar kotoran dari anus korban dan juga sperma dari alat kelaminnya. Jenazah korban langsung dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah sekitar pukul 05.10 menggunakan ambulans BPBD Denpasar.

Dikonfirmasi terpisah Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika KP membenarkan kejadian tersebut. Sayangnya saat ditanya dugaan motif korban bunuh diri, pihaknya enggan menjawab. “Iya betul. Masih dalam penyelidikan,” jawabnya singkat.

Sementara itu seorang pemuda asal Desa Pinggan Kintamani Bangli yang bernama Made Sarjana, 24, juga ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya di Jalan Siulan Gang Lotus Denpasar Timur pada Jumat (19/4) pagi. Korban ditemukan meninggal setelah satu jam tidak berangkat kerja oleh adik sepupu korban Ketut Sepiani.

Korban ditemukan dalam kondisi kaku tak bernyawa di salah satu kamar rumah kos di TKP. Sepiani mengaku menemukan saudara sepupunya setelah atasan di toko tempat keduanya bekerja menanyakan korban yang tak kunjung masuk kerja. Di dalam grup kerja tersebut, bosnya menginfokan bahwa atas nama korban belum masuk kerja hingga lewat jam masuk kerja.

Barulah sekitar pukul 09.30 saksi mengecek korban ke kamar kosnya dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. “Nggak dikunci. Sudah kaku dan dingin. Tapi saya tetap bangunin, kan nggak tahu. Tadi malam pulang kerja bareng sampai jam 22.30. Lalu makan dan tidur dan 23.30,” ucap saksi.

Usai mendapatkan informasi tersebut, Tim Identifikasi Polresta Denpasar langsung mendatangi lokasi. Dari hasil pemeriksaan petugas tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun penyebab pasti kematian korban belum diketahui karena sebelumnya terlihat sehat. Tadi ditanya sata atasan kok sampai siang ndak masuk kerja Jenazah korban kemudian dibawa ke Kintamani.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia