Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Siat Sampian di Pura Samuan Tiga Iringi Ida Bhatara Manca Budal

21 April 2019, 16: 42: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Siat Sampian di Pura Samuan Tiga Iringi Ida Bhatara Manca Budal

SIAT SAMPIAN: Tradisi siat sampian di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Minggu (21/4). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Tradisi siat sampian di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dilaksanakaan Minggu (21/4). Tradisi itu dilaksanakan tiga hari setelah puncak Ida Bhatara Turun Kabeh di pura tersebut. Sekaligus mengiringi Ida Bhatara Manca Budal ke masing-masing pura.

Ketua Paruman Pura Samuan Tiga, I Wayan Patera menjelaskan, siat sampian sebagai sebuah pertarungan antara dua kekuatan berbeda. Yaitu kebaikan dan keburukan, dimana kebenaran nantinya menjadi pemenang. “Dipilihnya sampian untuk sarana tradisi ini dikarenakan sampian merupakan bagian ujung dari dangsil yang dipersembahkan para parekan.  Selain itu, sampian merupakan lambang senjata milik Dewa Wisnu yang dipergunakan untuk memerangi adharma atau kejahatan dari muka bumi,” paparnya.

Tradisi itu dilakukan mulai dari utamaning mandala pura hingga di jaba tengah pura. Bahkan yang lebih menariknya lagi di sela - sela prosesi purwa daksina dilaksanakan parade baleganjur yang diikuti lima desa pakraman. Terdiri atas Desa Tengkulak Kelod, Tengkulak Tengah, Tengkulak Kaja, Bedulu dan Wanayu Mas.

“Selain Tradisi Siat Sampian, parade ini juga sebagai ruang seni  sebelum ngiring Ida Bhatara Manca budal,” tandas Patera.

Dalam kesempatan itu diungkapkan jumlah warga yang ikut tradisi terdapat ratusan krama. Sejak pagi dikatakan juga mereka sudah memenuhi areal pura yang dikenal sebagai tempat penyatuan sekte tersebut, sehingga  tercetus desa pakraman dan kahyangan tiga yang masih berlaku sampai saat ini.

Mereka bersembahyang terlebih dahulu, selanjutnya ada yang ikut dan hanya menyaksikan prosesi siat sampian tersebut. Selanjutnya krama ngiring Ida Bhatara Manca budal ke masing-masing pura yang ada di desa pakraman.

“Siat sampian diikuti ratusan parekan dan permas. Mereka saling lempar dan pukul dengan sampian dari janur yang sudah disiapkan. Sebelum puncak siat sampian, permas menari nampyog dan ngober nyambung mengelilingi halaman madya pura,” imbuhnya.  

Pada saat itu juga, parekan berlarian saling berpegangan tangan membentuk ombak- ombakan berusaha menggapai bangunan suci sebanyak tiga kali. Prosesi tersebut disertai dengan tetabuhan yang menambah semangat parekan dan permas untuk memulai Siat Sampian. Setelah prosesi siat sampian selesai, Ida Bhatara tedun mepurwa daksina.

Seperti diketahui dudonan karya Bhatara Turun Kabeh selanjutnya, dilaksanakan bhakti penganyaran oleh kabupaten/kota di Bali secara bergiliran hingga pada tanggal (29/4). Sedangkan pada (30/4)  Ida Bhatara Manca budal dan sesuhunan mesineb.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia