Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Pura Manik Terus, Bukti Keberadaan Pasraman Siwa-Budha di Pujungan

22 April 2019, 11: 42: 04 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pura Manik Terus, Bukti Keberadaan Pasraman Siwa-Budha di Pujungan

SIWA-BUDHA : Palinggih Pendeta Siwa Budha yang ada di Pura Manik Terus di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Drs I Wayan Suita (foto kiri). (PENGEMPON PURA MANIK TERUS FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan tak asing lagi bagi pamedek karena di Desa ini ada Pura Siwa dan patung orang suci dari lilitan akar. Namun, ada juga pura lain yang tak kalah uniknya, yakni Pura Manik Terus. Pura ini  merupakan bukti adanya Pasraman Siwa-Budha di Pujungan.

Jika dilihat dari letak geografisnya, Pura Manik Terus terletak di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Tepatnya sebelah utara-timur Desa Pujungan, yang  luasnya mencapai 60 are, termasuk pelaba pura yang dikelilingi dengan kebun kopi milik krama setempat.

Dikatakan Ketua Warga Tutuan Pangempon Pura Manik Terus, Drs I Wayan Suita, menurut sejarah yang diceritakan oleh para panglingsir Desa Pujungan terdahulu, Pura Manik Terus sudah ada sejak abad ke 14. Berdasarkan tulisan yang ada pada silsilah warga Tutuan di Desa Pujungan pada zaman dahulu oleh dua orang leluhur warga yang bernama Ida Gede dan I Sedep. “Keduanya yang berada di Klungkung sebagai pusat Kerajaan di Bali kala itu, kemudian mendapatkan perintah untuk pergi ke arah barat dengan melewati sebelah utara Gunung Batukaru untuk menuju Pasraman Manik Terus,” jelas  I Wayan Suita kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin di Tabanan.

Kemudian keduanya pun membuat pondok di lokasi itu untuk sementara waktu. Namun, sampai di Danau Tamblingan keduanya berpisah dan menuju lokasi masing-masing. I Sedep menuju Padang Mesawen di Kekeran, Buleleng, sedangkan  Ida Gede yang diberi gelar I Asag kembali menuju Pasraman Manik Terus di Desa Pujungan, dan menetap sebagai leluhur pertama warga Tutuan di Desa Pujungan.

Sesuai lontar Raja Dharma Udayana, Pasraman Manik Terus dahulunya merupakan tempat pemujaan para Rsi Siwa-Budha. “Hal lain yang menunjukkan keberadaan Pura Manik Terus sebagai tempat pemujaan Rsi Siwa-Budha adalah adanya tradisi krama Desa Pujungan yang hingga saat ini selalu nunas tirta pamuput saat ada upacara Pitra Yadnya,” imbuhnya.
Salah satu palinggih yang terdapat di Pura Manik Terus adalah palinggih Pangayatan Ida Bhatara ring  Gunung Tengah Watukaru, yang diempon oleh warga Pasek. Konon  palinggih tersebut merupakan sesangi atau kaul dari warga Pasek yang saat itu hendak membersihkan hutan yang akan dijadikan kebun. Namun, sering kali melihat macan duwe (milik alam gaib) Ida Sasuhunan di Gunung Tengah.

Selain itu, juga ada palinggih Pajenengan, palinggih Pendeta Siwa-Budha, hingga palinggih Ida Betara Cina.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia