Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Mantan Juara Tinju Tekuni Bisnis Kopi

22 April 2019, 13: 50: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mantan Juara Tinju Tekuni Bisnis Kopi

MANTAN PETINJU: AA Ngurah Surya Bendana, mantan juara tinju tekuni bisnis kopi lewat usaha yang dinamai Twoways. (PUTU ANDHIKA RESTU PUTRA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bisnis kopi kini sedang populer di kalangan anak muda. Banyak sekali yang mencoba peruntungan pada bisnis ini. Seperti yang dilakukan anak muda, AA Ngurah Surya Bendana.  “Tekat yang kuat serta percaya diri membuat saya belajar secara otodidak tentang bisnis usaha minuman kopi ini,” ujarnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) di Jalan Gatot Subroto Barat,  Denpasar, Jumat (19/4) lalu.

Mantan juara dua tinju di ajang  Porprov Bali 2017 ini mengaku membuka usaha minuman kopi ini hanya bermodalkan keinginan  kuat. Mendapat dukungan dari orang tua yang membuat semakin bersemangat untuk terus berusaha. Usahanya dinamai Twoways, dimulai tiga bulan  lalu.

Surya Bendana mengembangkan usahanya bersama salah seorang  temannya. “Twoways berarti dua arah, karena letaknya di perbatasan antara Gatsu Barat dan Gatsu Tengah,”katanya.

Pria yang akrab disapa  Ajung ini,  mengaku   pendapatan per hari dari usahanya ini baru  mencapai Rp 700.000. Bahkan, tidak dipungkiri pernah tidak ada pelanggan sama sekali yang datang. Meski terjadi situasi yang tak menguntungkan, namun baginya percaya diri merupakan satu prinsip untuk terus berusaha agar dapat menjadi lebih baik lagi.

Berbagai cara dilakukan untuk mempromosikan usahanya. Salah satunya memberikan diskon pada konsumen yang dapat menunjukan bukti telah ikut menyalurkan suaranya pada Pemilu (17/4) lalu. Dari strateginya  tersebut,  ada pendapatan yang meningkat. Upaya seperti itu diakuinya tak melulu untuk mengejar profit, namun juga sebagai bentuk partisipasi untuk meningkatkan minat orang untuk memilih.

 “Menjaga rasa kopi yang diberikan pada konsumen menjadi prioritas utama,” terang pria yang mengawali usahanya dengan modal Rp 200 juta ini.

Soal komplin dari konsumen, lanjut Ajung, pernah dialami dan masalah yang memang harus dihadapi . “Komplin dari konsumen yang benar - benar menjadi penikmat kopi secara tidak langsung memacu dan membangun usaha untuk terus maju,” ujarnya.

Pemuda 22 tahun ini berharap ke depannya usaha-usaha lokal dapat berkembang hingga tingkat nasional. “Bila perlu hingga tingkat internasional, agar tidak banyak orang asing yang mengambil lahan usaha di sini,” pungkas Ajung  sambil meracik kopi untuk pelanggannya. (and)

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia