Rabu, 22 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

NGERI, Kepala Nenek Puspa Pecah Dilindas Saat Bersepeda di Batubulan

22 April 2019, 17: 16: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

NGERI, Kepala Nenek Puspa Pecah Dilindas Saat Bersepeda di Batubulan

DARAH :Tampak jasad korban tabrak lari, Ni Made Puspa, 65, di samping sepedanya di Jalan Batuyang, Banjar Tegehe, Desa batubulan, Sukawati, Senin (22/4). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Nasib nahas menimpa seorang nenek, Ni Made Puspa,70, asal Karangasem. Pasalnya korban yang tengah mengayuh sepeda tersebut tewas mengenaskan setelah ditabrak pengendara misterius, di Jalan Raya Batuyang, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Senin (22/4).

Sesuai data yang dihimpun koran ini, korban tinggal di Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Sedangkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 05.30. Korban yang mengayuh sepeda ini tewas dengan bagian kepala hancur dilindas kendaraan. Dijelaskan korban mengayuh sepeda dari arah Pasar Batubulan ke timur menuju rumahnya di Gang Bangau XI nomor 9.

Dalam perjalanan pulang dari membeli lauk pauk, Made Puspa jadi korban tabrak lari. Pelaku bukannya menolong korban, dan pengendara yang masih diburu polisi tersebut melarikan diri. Kanitlakalantas Polsek Sukawati, Iptu I Ketut Suandi saat dikonfirmasi mengaku masih memburu pelaku. “Masih lidik,” jelasnya singkat.

Korban yang seketika meninggal di tempat itu kemudian dibawa ke Ruang Jenazah RSUD Sanjiwani Gianyar.  Atas kejadian ini, pihaknya pun telah melakukan pengukuran dan sket kasar di TKP. Termasuk mengamankan BB ke Mapolsek Sukawati.

Sedangkan berdasarkan keterangan saksi mata, I Nyoman Suarditha, 21, kepada polisi bahwa awal mula korban pengendara sepeda gayung datang dari  arah barat menuju timur. Sesampainya di TKP (sebelah timur mie kober), pengendara sepeda gayung diduga tersengol dan terjatuh. Kemudian kepala korban di duga terlindas kendaraan yang identitasnya belum diketahui.

Saat ditemui, menantu korban Ni Nengah Lutrini mengaku shock. Lantaran mertuanya itu sehari-hari memang biasa pergi ke pasar Batubulan mulai pukul 05.00. “Ibu memang setiap keluar rumah pasti bawa sepeda. Makanya ibu masih bugar meski sudah tua,” jelas warga asal Desa Ngis Manggis Karangasem tersebut.

Meski sempat dititip di Ruang Jenazah RSUD Sanjiwani, jasad almarhum dikatakan dititipkan di forensik RSUP Sanglah Denpasar. Mengingat pihak keluarga masih rembug terkait rencana korban yang akan dikremasi di Cekomaria,” imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia