Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Features
PEMILU 2019

Jalan Gus Gaga Jadi Dewan; Mantan Sopir Saya Saja Tak Berani ke Rumah

22 April 2019, 18: 06: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jalan Gus Gaga Jadi Dewan; Mantan Sopir Saya Saja Tak Berani ke Rumah

CALEG: Mantan Sekda Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra caleg yang lolos di DRDP Kabupaten saat ditemui, Senin (22/4). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra kini diyakini lolos di DPRD Kabupaten. Bahkan saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (22/4) ia mengakui jalannya tidak mulus bahkan diibaratkan jalan yang penuh krikil dan jurang.

Gus Gaga sapaan akrabnya, juga mengatakan setelah sempat didepak dari Sekda ia memang berkeinginan menjadi politisi. “Saya pernah didepak, kalau diceritakan tidak cukup rasanya satu hari. Bahkan saat itu setiap hari ada saja masalah, penderitaan yang saya alami. Tetapi saya tidak dendam, melainkan melihat dan menikmati hikmahnya,” papar dia.

Melihat kondisinya yang selalu dikucilkan terdahulu, dan setiap hari tak pernah tanpa masalah tersebut ia hanya bisa menguatkan mental saja. Bahkan hampir sejak tiga tahun lalu ia merasakan keterasingan. “Semua tenaga kontrak yang berbau Gus Gaga dibabat habis diberhentikan. Saya merasa diasingkan dan dikucilkan. Namun secara teori saya harus ikhlas, sabar dan berusaha. Tidak cukup sampai teori saja melainkan harus dipraktikkan. Astungkara itu menjawab usaha saya selama ini,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Gaga mengatakan dengan keadaannya tersebut diyakini sebagai karma hidupnya sendiri. “Kita harus hidup, diberikan nafas karena disuruh berjuang untuk dalam hidup dan maju,” imbuh dia.

Dijelaskan juga ia menjadi Caleg untuk bertatap muka dengan masyarakat pun sangat sulit. Terlebih masyarakat tidak berani untuk menjanjikan Gus Gaga untuk turun ke banjar-banjar. Bahkan ia merasakan sangat susah bergerak untuk sosialisasi pada menjelang maupun masa kampanya, dengan alasan terdapatnya suatu intervensi.

“Kalau turun ke banjar-banjar sudah tidak mungkin lagi, makanya saya punya ide langsung turun ke rumah-rumah. Paginya di desa saya dengan jalan kaki ke rumah-rumah warga, kadang diterima kadang juga tidak berani. Tidak cukup sampai sana, selanjutnya saya nyicil sepeda motor untuk pergi ke rumah-rumah warga yang ada di luar desa,” jelasnya.

Lantaran dirinya sendiri menyadari, keterbatasan dalam bertemu dengan warga. Sehingga langkah itu dianggap efektif. Berbeda dengan caleg yang sudah sempat menjadi DPRD. Mereka dikatakan memiliki bansos sebagai pendukungnya.

“Sedangkan saya, hanya mengandalkan rumah ke rumah dengan bicara saja tanpa bansos. Itu berapa rumah saya masuki. Untungnya relawan juga dating. Kalau dilihat kondisi saya tidak mungkin mereka meminta imbalan. Makanya saya kaget dengan perolehan suara sebanyak 3.462,” terang Gus Gaga 

Bahkan dalam pelaksanaan pemungutan suara ia hanya menggunakan saksi pada satu kelurahan saja. Terkait perolehan suara tiga ribuan tersebut dianggapnya sebagai mujizat. “Saya yakin Tuhan yang menjadi saksi saya. Jangankan berpikiran terpilih, supir saya dulu pas jadi Sekda saja tidak berani datang ke rumah. Saya hanya punya prinsip dalam hidup ada dua pilihan, saat jatuh tenggelam atau bangkit. Sedangkan saya pilih yag bangkit,” tandasnya.

Disinggung program kerjanya nanti ketika sudah resmi menjadi anggota dewan, pria asli Gianyar itu mengaku akan menjalankan tri fungsi DPRD, yaitu legilasi, anggaran dan kewenangan. “Sebelum jauh, kita hormati Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena mereka yang berwenang. Namun kita juga tetap kawal dengan suara 3.462 tersebut. Bukan juga nantinya akan balas dendam, melainkan tetap bersyukur dan terus bangkit,” imbuh Gus Gaga.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia