Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Nyaris Punah, Janger Menyali Dilombakan, Total Hadiah Rp 64,5 Juta

22 April 2019, 18: 28: 06 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nyaris Punah, Janger Menyali Dilombakan, Total Hadiah Rp 64,5 Juta

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kesenian Janger Menyali secara khusus dilombakan di ajang HUT Kota Singaraja ke-415. Tarian asal Desa Menyali, Kecamatan Sawan yang ny (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kesenian Janger Menyali secara khusus dilombakan di ajang HUT Kota Singaraja ke-415. Tarian asal Desa Menyali, Kecamatan Sawan yang nyaris punah ini diikuti oleh 8 peserta yang berasal dari siswa SMP di Kabupaten Buleleng. Lomba Janger Menyali ini dilangsungkan di Lapangan GOR Bhuana Patra Singaraja selama dua hari terhitung Minggu (21/4) hingga Senin (22/4).

Seperti diketahui, Tari Janger Menyali sempat berkembang dan terkenal pada tahun 1938. Namun sering perkembangan jaman, tarian ini sempat tenggelam dan nyaris punah lantaran tidak ada regenerasi. Tetapi tahun 2017 lalu Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng berusaha membangkitkan lagi melalui proses rekonstruksi. Bahkan ketika direkonstruksi, tarian ini sempat dibawakan penari-penari sepuh yang tergabung dalam Sekaa Janger Saraswati binaan Pemerintah Desa Menyali.

Secara kostum, Janger Menyali memiliki ciri khas tersendiri, bila dibandingkan dengan kesenian janger yang biasanya mengenakan pakaian adat Bali. Namun khusus Janger Menyali, para para Kecak atau Jipak sebutan untuk penari laki Janger Menyali menggunakan kostum mirip tentara dan lengkap dengan baretnya. Sementara para penari wanita, yang disebut Janger pada Janger Menyali disebut Parik, tampil dengan dandanan para penari yang amat cantik.

Nah, setelah direkonstruski itu, Disdikpora Buleleng pun akhirnya menyelenggarakan lomba Tari Janger Menyali di ajang HUT Kota Singaraja. Tarian ini sengaja dilombakan agar Janger Menyali tetap eksis di kalangan pelajar.

Kepala Disdikpora Buleleng, I Gede Dharmaja mengungkapkan, kegiatan lomba ini diikuti sebanyak 8 peserta di tingkat SMP. Lomba Janger Menyali ini dibagi menjadi dua sesi. Yakni pada Minggu (21/4) dan Senin (22/4).

Khusus Minggu kemarin, sekolah yang tampil yakni SMPN SMPN 4 Singaraja; SMPN 2 Banjar; SMPN 2 Seririt; dan SMPN 1 Singaraja. Sedangkan pada Senin (22/4) yang tampil yakni SMPN SMPN 2 Sawan, SMPN 1 Gerokgak, SMPN 1 Sukasada dan SMPN 2 Busungbiu.

“Total hadiah yang diperebutkan  sekitar Rp 64,5 juta. Rinciannya Juara I, Rp. 12 juta, Juara II, Rp. 11,5 juta,  Juara III, Rp. 11 juta, Harapan I, Rp. 10,5 juta, Harapan II, Rp. 10 juta, Harapan III, Rp. 9,5 juta,” ujar Dharmaja, Minggu malam.

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengapresiasi pementasan Janger Menyali di kalangan pelajar. Pihaknya berharap agar kegiatan ini bisa berkesinambungan untuk pelestarian kesenian yang nyaris punah sehingga tetap eksis.

Kedepan Suradnyana berharap Lomba Tari Janger Menyali ini tidak hanya menyasar jenjang SMP saja. Melainkan diperluas dengan melibatkan peserta tingkat SMA/SMK. Sebab tarian ini lebih atraktif serta tarian ini identik dengan pergaulan dewasa. “Kalau bagusnya sih janger ini dilakukan oleh anak-anak SMA biar lebih atraktif. Kedepan anak-anak SMA/SMK harus dilibatkan,” harapnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia