Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Berpeluang Lolos Bareng Anak dan Adik, Geredeg: Bukan untuk Kesugihan

22 April 2019, 19: 39: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Berpeluang Lolos Bareng Anak dan Adik, Geredeg: Bukan untuk Kesugihan

BERPELUANG LOLOS: (Ki-ka) I Nengah Sumardi, Ni Putu Yuli Artini, dan Wayan Geredeg. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Pada pemilu kali ini, sejumlah calon legislatif (caleg) masih ada hubungan keluarga. Ada yang beda partai. Banyak juga dalam satu partai politik (parpol). Salah satunya keluarga mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg.

Geredeg merupakan caleg DPR RI. I Nengah Sumardi (incumbent) yang merupakan adiknya adalah caleg DPRD Karangasem dapil Bebandem. Selain itu, ada Ni Putu Yuli Artini (incumbent) yang notabene anaknya Geredeg,  mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bali. Informasi yang berkembang, caleg dalam satu keluarga yang sama-sama maju lewat Partai Golkar ini berpeluang lolos.

Geredeg kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (22/4) tak banyak komentar soal peluang dirinya lolos parlemen. Itu karena C1 dari saksi belum lengkap masuk ke induk partainya. Berbeda dengan partai lain, seperti PDIP yang sudah berani sesumbar menyebutkan 6 kursi di Senayan. “Kalau misalnya saya lolos, ya, astungkara,” ujar Geredeg.

Terlepas dari hasil yang belum bisa dipastikan, Geredeg menyebutkan bahwa ia maju bukan semata-mata ingin mengincar uang maupun kekuasaan. Ia mengakui, telah menjadi rahasia umum di masyarakat, khususnya Karangasem bahwa dirinya haus kekuasaan dan menambah pundi-pundi harta. Karena satu keluarga jadi caleg. “Kami tidak mencari kesugihan (kekayaan) dengan jadi anggota dewan,” tegas Geredeg.

Geredeg beserta adik dan anaknya memutuskan maju karena ingin membangun dari jalur legislatif. Dua periode menjadi bupati Karangasem dirasa belum cukup membangun Karangasem. Masih terjadi ketimpangan pembangunan. Saat ini ia merasakan pembangunan Karangasem masih terfokus di perkotaan saja. Sebagai mantan bupati, ia merasa terpanggil membanwa APBN ke Karangasem sebagaimana sering ia lakukan saat menjadi bupati. Ia mencontohkan pembangunan dermaga cruise di Tanah Ampo, Kecamatan Manggis. Ada juga pembangunan stadion, dan beberapa infrastruktur yang dibangun APBN. “Kami maju untuk kesejahteraan masyarakat. Itu yang banyak belum tahu,” tandas politikus asal Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem itu.

Tak jauh beda dengan sang kakak. Sumardi juga mengatakan demikian. Sumardi menegaskan bahwa tidak haus kekuasaan. Namun lebih pada kepentingan masyarakat. Selain itu, memutuskan nyaleg bukan hanya dari disi sendiri, namun partai lebih berperan. “Kalau partai tidak menghendaki, kami tidak bisa berbuat apa,” jelas Sumardi yang memperkirakan dirinya lolos ke DPRD Karangasem itu.

Lanjut dia, ketika partai sudah memberikan lampu hijau jadi caleg, berarti mereka yang mendapat izin itu dianggap mampu. Tidak melihat dari apakah satu keluarga atau tidak. “Kalau ternyata ada dari kami ada tidak lolos, minimal sudah berbuat untuk partai. Kalau sama-sama lolos, astungkara,” tandas ketua DPRD Karangasem itu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia