Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dengan Kopi Sachet, Teguh Kirim Ekstasi ke Lapas Kerobokan

22 April 2019, 20: 05: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dengan Kopi Sachet, Teguh Kirim Ekstasi ke Lapas Kerobokan

TERSANGKA: Tersangka pengedar ekstasi di Lapas Kerobokan. (AGUNG BAYU/ BALI EKSPRESS)

BALI EXPRESS, BADUNG – Karier yang dibangun Made Teguh, 27, harus berantakan, lantaran memasukkan ekstasi ke dalam Lapas Kelas II A Kerobokan, Sabtu (20/4) pukul 06.20.

Ia ditangkap petugas BNNP Bali saat memasukkan 590 butir ekstasi ke dalam Lapas dengan upah sebesar Rp 3 juta yang dijanjikan Surya Adi, salah satu warga binaan yang tersangkut kasus narkotika dengan vonis 5 tahun kurungan penjara.

“Uangnya langsung ditransfer Surya melalui M-Banking sebesar Rp 500 ribu. Namun saat digeledah, di Surya ditemukan beberapa ATM yang membuktikan bahwa dia sebagai pengendali.  Barang dimasukkan ke dalam bungkus kopi Kapal Api,” ujar Kepala BNN Provinsi Bali Brigjenpol I Putu Gede Suastawa, Senin (22/4).

Tersangka Teguh ditangkap pada saat akan membawa masuk tas kresek berisi dua puluh sachet kopi Kapal Api Special Mix. Di dalam sachet tersebut diduga disembunyikan narkotika jenis ekstasi. Barang bukti tersebut diselundupkan dengan cara dimasukkan ke dalam kopi sachet lalu diselotip. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Ketika diperiksa, polisi menemukan barang bukti dari tangan Teguh, berupa 590 butir ekstasi dalam 20 sachet kopi Kapal Api dan satu unit HP Nokia warna hitam. Setelah diperiksa, tersangka mengaku diperintah oleh Surya.

Dari pengakuan tersangka Teguh, petugas BNNP Bali berkoordinasi dengan KPLP Lapas Kelas Il A Kerobokan, melakukan pengembangan ke warga binaan yang memerintahkan pengiriman barang ekstasi tersebut. Hasil introgasi dan penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan barang bukti berupa non narkoba yang dimiliki oleh salah satu narapidana Surya, yaitu 1 unit HP Oppo, 3 buku tabungan, dan kartu.

“Ada beberapa informasi yang kami dapatkan dari perkembangan kasus-kasus sebelumnya yang berjejaring. Surya diindikasikan sebagai pengendali. Bisa saja si Surya mengkonsumsi barang ini di dalam Lapas,” jelasnya.

Kepada petugas, Surya mengaku baru pertama kali mengedarkan narkoba. Sementara pengendalinya, menurut tersangka Surya, disebut dari Lapas Madiun. Sementara tersangka Teguh berperan sebagai penghubung yang mengambil barang dari peluncur dengan sistem tempel untuk diserahkan kepada Surya.

Ditambahkan Kabid Brantas BNN Provinsi Bali AKBP Nyoman Sebudi, saat melakukan penangkapan terhadap Teguh, yang bersangkutan sempat lari masuk ke dalam lapas. Sementara itu, penangkapan Surya serta barang buktinya dilakukan oleh Kalapas Kerobokan untuk menghindari kegaduhan di dalam rutan. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling paling lama 20 tahun.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia