Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Belum Dimanfaatkan, ACJN Rambut Siwi Terkesan Terbengkalai

22 April 2019, 21: 42: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Belum Dimanfaatkan, ACJN Rambut Siwi Terkesan Terbengkalai

BELUM DIMANFAATKAN: Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi belum dimanfaatkan. Kondisinya terkesan seperti terbengkalai. (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi belum dimanfaatkan dengan maksimal sejak pembangunannya rampung setahun lalu. Pengerjaan anjungan cerdas ini rampung lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Bahkan kini ACJN yang berada di seberang Pura Rambut Siwi itu, terkesan terbengkalai.

Pembangunan proyek senilai Rp 67 miliar itu dilakukan secara multiyears oleh PT Nindya Karya Wilayah VII, sejak Oktober 2016 lalu.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Senin siang (22/4),  dari pintu masuk sebelah selatan, sampah-sampah terlihat berserakan dan berterbangan. Selain itu, rumput liar juga tumbuh dengan subur dan mulai meninggi, sedangkan kolam yang di atasnya ada patung, juga terlihat kotor dan berlumut.

Ketika masuk ke dalam gedung, sejumlah fasilitas sudah mulai  terlihat rusak. Dari bawah terlihat plafon di lantai dua juga sudah jebol. Amphitheater di bagian timur, di samping terlihat kotor, juga ditumbuhi rerumputan di sela-sela tempat duduk yang dibuat setengah lingkaran.

Meskipun sudah kelar dibangun dan jalan di depan  ACJN sudah diperlebar, akses masuk ke lokasi tersebut masih tertutup. Areal tersebut belum bisa dimasuki kendaraan maupun orang. Justru belakangan, pelebaran jalan di depan ACJN dimanfaatkan untuk parkir truk-truk. Bahkan truk-truk besar yang kerap parkir berderet itu, beberapa di antaranya tidak ada sopir atau kernet. Artinya, truk memang sengaja ditinggalkan parkir di sana. Kondisi tersebut menjadikan lokasi ACJN Rambut Siwi terkesan hanya untuk tempat parkir truk.

Bangunan yang tidak pernah dioperasikan ini sering mengundang pertanyaan warga yang melintas. Mereka kerap bertanya-tanya, sejatinya akan difungsikan untuk apa bangunan-bangunan tersebut. Sebab sudah hampir setahun lebih bangunan tersebut tak pernah digunakan ataupun akses masuk dibuka. Bahkan belakangan, lokasi tersebut dijadikan ajang untuk berpacaran oleh anak-anak muda. Meski pintu masuk ditutup dengan palang besi, di beberapa sisi bisa dilalui dengan jalan kaki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum  dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Darwin mengatakan, ACJN memang belum sepenuhnya diserah-terimakan oleh pihak pusat ke Pemkab Jembrana. Terkait pelebaran jalan, ke depan digunakan untuk tempat parkir dan juga untuk solusi penanganan banjir yang sering terjadi di jalan tersebut.

 “Rekonstruksi jalan yang dilakukan, karena jalan nasional di depan ACJN dinilai sempit, sehingga akses dibuat lebih luas dan kendaraan bisa lebih leluasa,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa informasi menyebutkan, izin pemanfaatan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi dari Kementrian PUPR sudah keluar, Januari lalu. Karena itu, Bupati Jembrana I Putu Artha, beberapa waktu lalu sempat mengimbau agar OPD terkait mulai memanfaatkan gedung tersebut sambil menunggu proses serah terima.

Artha juga sempat menyampaikan pesan dari Kementrian PUPR bahwa ACJN agar gedung tersebut segera dimanfaatkan tanpa memungut sewa. Kementrian juga berharap agar pemanfaatan sesegera mungkin dilaksanakan, agar gedung ini tidak terkesan kosong begitu saja.

Beberapa waktu lalu, Artha meminta  OPD terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan  Olahraga, agar mulai menyiapkan inovasinya untuk pemanfaatan gedung ini.

Pihaknya meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, mengajak anak-anak sekolah datang ACJN Rambut Siwi, melakukan kegiatan bermain atau melakukan kegiatan sekolah seperti pembagian raport.

Seperti diketahui, pembangunan Anjungan Cerdas Jalan Nasional Rambut Siwi merupakan proyek Kementrian PUPR yang bertujuan sebagai tempat beristirahat bagi pengendara yang melewati jalan nasional sekaligus tempat berwisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Proyek yang menelan APBN Rp 67 miliar ini memiliki sejumlah fungsi,  antara lain  informasi, edukasi, ekonomi dan hiburan.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia