Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Amdal Pembangunan Shortcut 4 masih Dibahas

22 April 2019, 22: 51: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

Amdal Pembangunan Shortcut 4 masih Dibahas

Kepala DLH Tabanan, I Made Subagia (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Berdasarkan peraturan yang berlaku, sebelum shortcut 4 Bts. Singaraja-Mengwitani dapat dibangun, terlebih dahulu wajib memenuhi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) . Namun saat ini Amdal masih dalam tahap pembahasan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, I Made Subagia menjelaskan, rencana pembangunan jalan shortcut 4 Bts Singaraja-Mengwitani sepanjang kurang lebih 1.126,50 m dengan panjang jembatan kurang lebih 455 m dan trase jalan melewati atau berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Buyan-Tamblingan dan Danau Beratan tersebut, wajib melengkapi Amdal. Hal itu sesuai dengan UU RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta PP Nomor 27 tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan. 

Di samping itu, rencana pembangunan shortcut 4 juga berbatasan dengan kawasan lindung sehingga sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Amdal.

 "Kawasan lindung yang dimaksud,  di antaranya kawasan hutan lindung, kawasan sekitar danau atau waduk, taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam dan sebagainya," paparnya Senin (22/4).

Sedangkan pembangunan shortcut 4, berdasarkan Peta Indikatif Penundaan Pemberian Ijin Baru (PIPIB), berada di lokasi hutan primer, hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi.  "Namun pembangunan shortcut mendapat pengecualian, karena telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Menteri LHK," imbuhnya.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan ijin dari KLHK, maka rencana pembangunan shortcut dilanjutkan dengan proses Amdal. Dengan dilengkapi Amdal, diharapkan dampak yang diperkirakan akan terjadi dapat dianalisis, diprediksi, dievaluasi, selanjutnya dirumuskan upaya pengelolaan dan pemantauannya dalam rumusan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL). "Saat ini proses Amdal masih dalam pembahasan," imbuhnya.

Proses dokumen Amdal memang cukup panjang, tetapi permohonan Amdal sudah diproses sejak Maret tahun 2018. Dan progress terbarunya baru sampai tahap pembahasan dokumen Amdal dan RKP-RPL pada tanggal 1 April 2019.

Hasil pembahasan disimpulkan, dokumen perlu dilengkapi kajian sosial ekonomi, sosial budaya, dan dilengkapi data primer pada rona lingkungan. Di samping itu, harus dikaji lebih dalam untuk pendekatan pengelolaan dari segi teknis, sosial dan institusional, serta memperjelas lahan-lahan yang dibebaskan untuk kegiatan pembangunan jalan short cut 4 Mengwitani – Singaraja, terutama lahan milik adat.

“Dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan kembali untuk membahas lahan adat yang digunakan dengan melibatkan Tim Perencanaan, Tim Pembebasan Lahan Provinsi dan OPD, Perbekel dan Kelian Adat Candikuning," pungkas Subagia

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia