Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Tagel Arjana Sayangkan Intervensi kepada Pemilih

23 April 2019, 20: 24: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tagel Arjana Sayangkan Intervensi kepada Pemilih

PLENO: Wayan Tagel Arjana masih menunggu hasil pleno untuk kepastian dirinya lolos ke DPRD Bali. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Arjana menyayangkan intervensi dan tekanan kepada masyarakat pemilih oleh oknum caleg pada pemilu 2019. Hal ini pula yang menyebabkan perolehan suara partainya menurun dan namanya tidak tercantum kembali.

Saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), ia menyayangkan hal itu terjadi, lantaran menjelang pemilu, beberapa masyarakat di daerah pemilihannya kerap terjadi intervensi dan tekanan.

 “Buktinya, ditemukan sebuah surat yang menggambarkan terjadi intervensi di  salah satu banjar di Payangan. Inilah membuat masyarakat tidak bisa bereskpresi secara bebas dalam pemilu tahun 2019 ini,” terangnya, Selasa (23/4).

Disinggung perolehan suara yang diraihnya, ia mengakui belum diketahui secara pasti karena menunggu hasil peleno, mengingat hasil pleno KPU lebih otentik dan resmi. Pasalnya, data C1 yang diperolehnya, banyak yang ambruradul. Kemungkinan ada yang salah jumlah sehingga jumlahnya tidak benar.

“Kami sudah turunkan tim yang menyebar di kecamatan untuk melakukan pengawasan. Kami juga menunggu hasil pleno,”  ungkapnya.

Namun soal peluang, pria asli Ubud ini mengaku belum berani memastikan, lantaran ia belum menerima data secara pasti. “Saya belum berani katakan karena masih menunggu data. Namun peluang itu pasti ada,”  paparnya.

Tagel berharap, dengan suara yang diperolehnya saat ini, ke depan di internal partai harus saling bahu-membahu. “Kembali dengan sistem yang ada. Kita harus bahu-membahu, tidak bisa sendiri menonjolkan diri, dan harus ada kerjasama yang baik. Namun untuk di tingkat kabupaten, kita bisa rebut tiga kursi,” tandasnya.

Melihat kondisi saat ini, Tagel mengaku, tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa. Namun untuk caleg yang lolos, ia berharap, janji-janji kepada masyarakat agar dipenuhi.

 “Kalau di lapangan saya kan tidak tahu berapa janji yang diberikan kepada masyarakat. Khusus untuk Gianyar, saya berharap agar masyarakat diberi kebebasan berekpresi, tanpa tekanan dan intervensi,” imbuh Tagel.

Dikatakannya, partai yang berkuasa pasti berpengaruh dan  memiliki peluang lebih besar. Hal ini juga berdampak terhadap pemilih di tingkat di banjar hingga kecamatan. “Siapa yang berkuasa, pasti akan memanfaatkan hal itu. Namun jangan sampai menganaktirikan masyarakat lainnya,” tandasnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia