Rabu, 22 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Permudah Pelayanan, WP Didorong Manfaatkan Sistem Online

23 April 2019, 20: 40: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Permudah Pelayanan, WP Didorong Manfaatkan Sistem Online

DATA: Petugas Bidang Data dan TI Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung tengah memproses berkas wajib pajak, Selasa (23/4). (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung terus berinovasi dalam hal pelayanan. Salah satunya dengan mempermudah para Wajib Pajak (WP) untuk melakukan pelaporan melalui sistem pelaporan online yang bisa diakses di  etax.bapenda.badungkab.go.id. Sistem ini di bawah kendali Bidang Data dan TI Bapenda Badung.

Saat ini ada sekitar 3.400 WP yang memanfaatkan sistem online di Badung. Dengan kemudahan ini, otomatis pendapatan daerah Badung dari sektor pajak meningkat. “Dengan adanya sistem pelaporan online, para wajib pajak bisa lebih mudah melakukan pelaporan dari mana saja. Tak perlu repot datang ke Kantor Bapenda lagi. Yang penting mereka punya tax payer account terlebih dahulu,” ungkap Kabid Data dan TI Bapenda Badung, Ketut Sudiarta, Selasa (23/4).

Lebih lanjut dikatakan, sistem pelaporan online sudah mulai dirintis sejak 2013.  Ini sebagai tindak lanjut pelaporan yang bersifat self assesment. Dipandang efektif karena bisa mendongkrak pendapatan hingga berkali lipat. “Saat awal, pendapatan sekitar Rp 700 miliar. Setelah penerapan online, melonjak sekitar Rp 3 triliun,” katanya.

Guna pengembangan sistem online, Sudiarta dibantu Kasubbid Pemutakhiran Data dan TI,  Cok Dewi dan Kasubbid Pendaftaran dan Pendataan, Putu Sukarini. Khusus IT, dipercayakan pada tiga staf, yakni Made Ady Suardana, Kadek Edi Putrana, dan Agus Ari Gunawan. “Kami berupaya untuk terus menyosialisasikan sistem pelaporan online ini. Jadi kami juga ingin menghapus stigma pelaporan online yang dianggap ribet. Di samping lebih praktis, juga efektif,” jelasnya.

Di samping itu, sistem online juga dikatakan lebih transparan. Termasuk menekan kemungkinan adanya ‘transaksi’ antara WP dan petugas Bapenda. “Dengan tidak bertemunya wajib pajak dan petugas, mengurangi kemungkinan adanya permainan sehingga lebih bersih dan transparan,” tegasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia