Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Distribusi Logistik Molor, Bawaslu Panggil Ketua KPU Buleleng

23 April 2019, 22: 00: 56 WIB | editor : Nyoman Suarna

Distribusi Logistik Molor, Bawaslu Panggil Ketua KPU Buleleng

Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng memanggil Ketua KPU Buleleng, Komang Udhi Udayana yang merangkap Divisi Logistik Pemilu 2019, Senin (22/4) siang. Pemanggilan itu dilakukan untuk meminta klarifikasi atas molornya pendistribusian logistik pada Pemilu 17 April.

Selain memanggil ketua KPU Buleleng, Bawaslu juga meminta klarifikasi dari Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Buleleng Gede Sutrawan. Proses klarifikasi berlangsung singkat, selama 30 menit, di kantor Bawaslu Buleleng.

Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana yang dikonfirmasi, Selasa (23/4), membenarkan dirinya memanggil ketua KPU beserta divisi teknis penyelenggaraan KPU Buleleng, Senin (22/4). Pemanggilan ini, sebut Sugi, untuk mengetahui alasan di balik molornya pendistribusian logistrik oleh pihak KPU.

Molornya pendistribusian logistik itupun menimbulkan sejumlah permasalahan di sejumlah TPS kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng, seperti di TPS 22, 23, 24 yang berlokasi di lingkungan Banyuning Selatan, Kelurahan Banyuning. Akibatnya, proses pencoblosan baru bisa dilakukan pukul 09.00 Wita atau molor dua jam.

Ketika ditanya alasan keterlambatan itu, Sugi Ardana enggan membeberkan kepada awak media. "Jadi kami meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kenapa itu bisa terjadi? Mereka yang menjelaskan. Ada kejadian atau peristiwa apa sehingga distribusi logistik terlambat. Alasannya tidak perlu dulu disampaikan. Nanti akan saya sampaikan  kepada teman-teman wartawan," ujar Sugi Ardana, Selasa (23/4) siang.

Kendati sudah meminta klarifikasi, Bawaslu Buleleng belum dapat menyimpulkan, apakah pihak KPU Buleleng telah melakukan tindakan pelanggaran atau tidak. Padahal, pihak KPU Buleleng terbukti masih melakukan pendistribusian logistik pemilu pada pukul 07.00 wita, saat hari pencoblosan.

“Kalau ranah pelanggaran belum. Tapi maksud dan tujuan saya melakukan klarifikasi adalah ingin mengetahui sampai sejauh mana mereka melakukan pekerjaan. Karena mereka melakukan distribusi logistik lewat dari pukul 00.00 Wita,” imbuhnya.

Disinggung registrasi temuan, menurutnya, pihaknya harus mendapatkan data terlebih dahulu. Pun dengan keterlambatan, yang menurutnya belum masuk ranah temuan. “Jika kemudian hari menemukan hal-hal yang tidak sejalan dan sesuai dengan undang-undang, kami punya waktu 2x7 hari untuk menyelesaikan. Keterlambatan distribusi ini akan coba kami hubungkan dengan regulasinya," jelas Sugi.

Sementara Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Buleleng Gede Sutrawan, membenarkan jika dirinya bersama Ketua KPU Buleleng mendatangi kantor Bawaslu, Senin (22/4), untuk mengklarifimasi teknis pendistribusian logistik pemilu 2019. "Saya hanya mendampingi ketua KPU. Ngobrol biasa. Tidak ada yang urgent," singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia