Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Features
Caleg Pasutri yang Diprediksi Lolos (2-Habis)

Suastika Hindari Simakrama Bareng Istri

23 April 2019, 22: 17: 01 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Suastika Hindari Simakrama Bareng Istri

SERUMAH DAN SEKANTOR : I Wayan Suastika dan Ni Kadek Darmini, pasangan suami istri punya kans besar lolos sebagai anggota legislatif, DPRD Karangasem. (ISTIMEWA)

Share this      

Satu lagi calon legislatif (caleg) DPRD pasangan suami-istri (pasutri) yang kemungkinan besar lolos adalah pasutri I Wayan Suastika dan istrinya Ni Kadek Darmini. Pasutri asal Dusun Juwuk Legi, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem itu maju lewat PDIP. Suastika caleg DPRD Karangasem dapil IV (Kecamatan Selat, Rendang, dan Sidemen). Sedangkan Darmini adalah caleg DPRD Bali dapil Karangasem.

CALEG pasutri ini bukan orang baru di panggung politik. Keduanya merupakan incumbent (petahana). Suastika sudah dua kali duduk di kursi DPRD Karangasem. Sedangkan istrinya baru sekali.

Berdasarkan penghitungan suara sementara, keduanya berpeluang kembali duduk sebagai wakil rakyat. Hal itu mengacu hasil penghitungan sementara berdasarkan C1 yang masuk ke PDIP.

Suastika memperkirakan meraup sekitar 5000 lebih suara. Jumlah itu diprediksi paling tinggi di partainya dapil IV.

Begitu juga Darmini. Dia diperkirakan mendapat suara terbanyak di partainya untuk caleg DPRD Bali dapil Karangasem. Perolehannya sekitar 30 ribu suara.

Baik perolehan suara Suastika dan Darmini sama-sama meningkat dari pileg 2014. “Mudah-mudahan saat pleno KPU kami benar-benar lolos,” harap Suastika.

Suastika kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (22/4) lalu mengatakan, meningkatnya perolehan suara dibandingkan perhelatan lima tahun lalu tersebut merupakan salah satu bukti tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap keduanya selama menjadi wakil rakyat. “Selama menjabat kami bekerja tulus, berjuang untuk masyarakat,” terang Suastika.

Selama masa kampanye, mereka juga lebih aktif turun ke masyarakat. “Sebelumnya kampanye sering turun, saat kampanye lebih sering lagi,” jelas anggota Komisi III DPRD Karangasem itu.

Suastika menegaskan, sama-sama maju merebut kursi dewan bukan berarti haus jabatan. Selain karena memang ada niat, keduanya maju karena penugasan partai, yakni PDIP. Di mana, petahana menjadi prioritas sebagai caleg.

Selama menjabat, Suastika dan istrinya berusaha bekerja professional. Misalnya dalam menyalurkan hibah maupun bansos. Tidak selalu konstituent Suastika menjadi prioritas mendapat bantuan yang difasilitasi Darmini. Begitu pula sebaliknya.

Pun demikian saat masa kampanye untuk merebut kursi DPRD periode 2019-2014, mereka bekerja secara professional. Masing-masing membentuk tim dan relawan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

Saat turun kampanye, seperti simakrama di masyarakat, Suastika menghindari bersama sang istri dalam satu tempat. Hal itu sengaja diatur untuk menghindari kesan haus jabatan bahwa keduanya jadi caleg, yang tidak menutup kemungkinan dijadikan black campaign oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan keduanya lolos.

Namun demikian, bukan berarti menyembunyikan status mereka adalah pasutri. Ketua PAC PDI Kecamatan Selat itu kembali menegaskan bahwa dalam setiap kampanye keduanya saling mempromosikan, khususnya di dapil IV yang merupakan dapilnya Suastika.

“Dari rumah itu sudah diatur. Kalau saya ke sini, ibu ke tempat lain. Jadi lebih efektif. Sering juga sih kegiatan bersama,” tandas Suastika.

(bx/wan/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia