Senin, 23 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Segera Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Cantik

23 April 2019, 22: 18: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polisi Segera Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Cantik

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Polsek Kota Singaraja akan melakukan rekonstruksi atas tewasnya mahasiswi cantik bernama Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20. Rekonstruksi pembunuhan mahasiswi yang duduk di Semester IV Jurusan Pendidikan Fisika, dilakukan untuk melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sehingga segera dikirim ke Kejaksaan.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya ditemui Selasa (23/4) mengatakan,  hasil autopsi terhadap jenazah Serli sudah diserahkan pihak medis RSUP Sanglah, dan diterima oleh penyidik Polsek Kota Singaraja. Dari hasil autopsi itu, terkuak bahwa mahasiswi cantik asal Desa Penebel, Kabupaten Tabanan itu tewas akibat kehabisan oksigen.

"Dari hasil visum, korban tewas karena kehabisan oksigen. Karena dibekap oleh pelaku dengan bantal. Modus lain tidak ada. Jadi pelaku nekat membunuh korban lantaran cemburu,” ujarnya.

Lanjut Sumarjaya, rekonstruksi akan segera digelar akhir bulan April ini. “Ya karena sibuk pengamanan pemilu, jadi rekonstruksi akan dilakukan akhir bulan ini. Kami juga sudah memeriksa sekitar 5 saksi,” imbuhnya.

Hingga kini pelaku Kadek Indra Jaya alias Kodok masih meringkuk di sel tahanan Polsek Kota Singaraja. Sejauh ini, polisi belum  menemukan indikasi atau ciri-ciri psikopat pada pelaku.

"Untuk sementara, tes psikologi belum dibutuhkan karena pelaku sudah terus terang mengakui perbuatannya. Apakah terkait dengan narkoba, sementara juga belum ada. Masih dalam tahap pengembangan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Ni Made Ayu Serli Mahardika ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kosnya, di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis (11/4) siang.

Mahasiswi asal Banjar Dinas Senganan Kanginan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini tewas akibat dibunuh oleh pacarnya bernama Kadek Indra Jaya alias Kodok. Pria asal Tabanan ini mengaku tak kuasa menahan cemburu, ketika mengetahui ada seorang pria yang merupakan teman kuliah korban, mengirim chat  ke HP sang kekasih. Padahal, chat itu berisi tentang ajakan untuk membuat tugas bersama-sama.

Kodok yang membaca chat itu lantas naik pitam. Tanpa berpikir panjang, ia pun menganiaya korban di kamar kosnya, Senin (8/4), pukul 18.00 wita. Kodok sempat membekap korban dengan bantal.  Karena mendapatkan perlawanan dari korban,  Kodok langsung mencekiknya.

Penganiayaan ini dilakukan Kodok selama satu jam. Tepat pada pukul 19.00 wita, Serli pun tewas dengan kondisi bengkak di bagian kepala dan berair. Mata korban juga terlihat melotot keluar,  lidah menjulur keluar, dan kulit tubuh mengelupas.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia