Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dua Pengawas Meninggal, Satu Ketua KPPS Stroke

23 April 2019, 22: 52: 27 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dua Pengawas Meninggal, Satu Ketua KPPS Stroke

DEMI PEMILU: Rombongan Komisioner KPU Bali dipimpin, Dewa Agung Gede Lidartawan, saat membesuk Nengah Widiartha di RS Sanglah, Selasa (23/4). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pelaksanaan Pemilu 2019 yang menguras stamina, mulai memakan korban di Bali. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali setidaknya mencatat ada dua orang petugasnya yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas.

Dua pengawas itu di antaranya I Nyoman Astawa,55, yang bertugas di Denpasar Utara dan I Putu Sudiasa,55, yang bertugas di Buleleng.

Meninggalnya dua orang pengawas itu, diakui Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali, I Ketut Ariani. Menurutnya, Sudiasa yang bertugas di Buleleng meninggal pada saat distribusi logistic, 13 April lalu. "Sudiasa meninggal saat pendistribusian logistik," ujar Ariani, Selasa  (23/4).


Sedangkan Nyoman Astawa yang bertugas sebagai pengawas di Denpasar Utara diduga meninggal akibat kelelahan usai pemungutan suara, seperti diterangkan Ketua Bawaslu Denpasar, Putu Arnata.

Astawa sendiri sempat bertugas pada 17 sampai 18 April lalu. Namun keesokan harinya, pada 19 April, Astawa mendadak sakit. Saat akan dibawa ke Rumah Sakit Wangaya, Astawa akhirnya meninggal dunia.


"Dari rumah (kondisinya) sudah kritis. Kemudian dibawa ke RS Wangaya. Sampai rumah sakit, dokter menyebutkan yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Dugaannya karena sakit jantung,” sebut Arnata.

Atas kejadian itu, Ariani menyebutkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bawaslu pusat agar keluarga kedua pengawas itu mendapatkan santunan. Selain itu, pihaknya juga sedang mengorek informasi ke jajarannya di kabupaten/kota untuk memastikan apakah ada petugas lainnya yang meninggal atau sakit.

Selain pengawas, pihak penyelenggara juga menjadi korban pelaksanaan Pemilu. Sedikitnya, empat orang petugas KPPS dan satu orang PPK jatuh sakit. Kemudian satu orang pegawai kontrak mengalami kecelakaan dan menderita patah tulang.

Bahkan, satu di antara empat petugas KPPS yang jatuh sakit itu, I Nengah Widiartha, mengalami stroke hingga harus dirawat di RS Sanglah. Widiartha sendiri merupakan ketua KPPS 29 Karangasem.

Selasa (23/4), sejumlah komisioner KPU Bali membesuk Widiartha yang dirawat di RS Sanglah. Dari keterangan yang diperoleh, Widiartha mendadak lemas pada saat proses penghitungan suara, 17 April lalu, sekitar pukul 23.00. “Dia (Widiartha) lemas di TPS. Terus dilarikan ke RSU Karangasem kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah,” jelas Komisioner KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan.

Selain Widiartha, sambung John, petugas KPPS lainnya yang jatuh sakit antara lain Ida Bagus Ketut Padang (Ketua KPPS TPS 17 Karangasem), I Made Agus Suta Wijaya (Anggota KPPS TPS 48 Karangasem), dan Ni Komang Sri Apriani (Anggota KPPS TPS 27 Jimbaran, Badung).

Menurut Jhon, pihaknya kini tengah mengupayakan dana santunan dari KPU RI. Selain KPPS, ada satu anggota PPK Kecamatan Manggis yakni Desak Made Alit Armini yang didiagnosa tekanan darahnya rendah. Alit Armini sudah mendapatkan tindakan berupa oksigen dari Puskesmas Manggis.

“Ketua KPU Bali sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan sudah memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas melakukan pengecekan kesehatan rutin kepada rekan-rekan PPK yang melakukan proses rekapitulasi,” jelasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia