Rabu, 22 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Warga Belanda Bikin Onar Akhirnya Dideportasi

23 April 2019, 23: 34: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Warga Belanda Bikin Onar Akhirnya Dideportasi

DEPORTASI : Imigrasi Kelas II Singaraja menunjukkan foto warga Belanda yang dideportasi. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA -  Imigrasi Kelas II Singaraja mendeportasi Johanes Franciscus Peter,60 warga Belanda, Selasa (23/4), melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,Bali. Pendeportasian dilakukan lantaran WNA itu kerap membuat onar saat tinggal di Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng sejak 2 tahun silam.

Kepala Imigrasi Kelas II Singaraja, I Gusti Agung Komang Artawan membeberkan, Peters terbukti melanggar Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.  Peters dinilai telah melakukan kegiatan berbahaya, dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum. Atau tidak menghormati serta mentaati peraturan perundang-undangan.

Bukan hanya dideportasi. Artawan juga telah mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi, agar Peters menerima sanksi administrasi berupa pencekalan. Selama enam bulan ke depan, Peters dilarang masuk ke wilayah Indonesia.

"Kami hanya mengusulkan kepada Dirjen Imigrasi. Jadi keputusan lebih lanjut akan diputuskan Dirjen Imigrasi," katanya.

Lanjut Artawan, langkah administrasi berupa pendeportasian itu dilakukan Imigrasi karena  yang bersangkutan telah meresahkan warga di Desa Petandakan, meski izin tinggal Peters masih berlaku hingga April 2019. Saat dideportasi, Peters pun dinilai sangat kooperatif serta tidak melakukan penolakan.

 "Kalau ijin tinggal yang bersangkutan tidak masalah. Namun karena kerap bermasalah dengan masyarakat, sehingga dinilai tidak menghormati dan menaati peraturan perundang-undangan. Apalagi ada petisi dari 10 warga yang meminta agar Peters segera pergi dari desa tersebut," terangnya.

Johannes Franciscus Peters sebelumnya dilaporkan ke Kantor Imigrasi Singaraja dan Mapolsek Kota Singaraja oleh Perbekel Petandakan, Wayan Joni Arianto Senin (8/4) lalu. Peters dituding kerap membuat keonaran di sekitar tempat tinggalnya, di Perumahan Cempaka Residen Banjar Dinas Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Peters tinggal bersama teman perempuannya, Ni Wayan Nita Marliana, 44 yang sekaligus menjadi penjaminnya. Marliana sendiri merupakan warga Jalan Pulau Menjangan 15, Kelurahan Banyuning.

Sejauh ini, Peters hanya mengantongi Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) yang dikeluarkan Pemerintah Desa Petandakan yang masa berlakunya hingga 4 Maret 2020. Selama tinggal di Petandakan, Marliana membuka usaha salon di rumah yang dikontraknya, sedangkan terlapor Peter tidak jelas apa pekerjaannya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia