Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bawa Narkoba, Undagi Bade Diamankan BNNK Gianyar

24 April 2019, 18: 37: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bawa Narkoba, Undagi Bade Diamankan BNNK Gianyar

BNNK : Kepala BNNK Gianyar, AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat menunjukkan tersangka dan barang bukti penyalahgunaan narkoba di Kantor BNNK Gianyar, Rabu (24/4). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar menciduk dua tersangka pengguna narkotika. Salah satu di antaranya adalah seorang undagi bade asal Blahbatuh, berinisial Ida Bagus PGR, dan seorang lagi marketing club malam berinisial ABW, 31.

Demikian terungkap saat rilis kasus narkoba di kantor BNN Kabupaten Gianyar, Rabu (24/4).

Kepala BNNK Gianyar, AKBP Sang Gede Sukawiyasa mengatakan, dua tersangka merupakan target operasi. ABW diciduk saat mengambil tempelan paketan sabu, di sebuah pelinggih Jalan Dewicandra Desa Batubulan Kecamatan Sukawati. Sementara PGR diciduk ketika mengambil tempelan paket sabu, di Jalan Bypass IB Mantra, dekat Pantai Purnama, Sukawati. 

 “Tersangka PGR kami intai berdasarkan hasil pemetaan dan informasi masyarakat,”  ungkapnya. Dijelaskan, tersangka PGR sehari-hari bekerja membuat bade dan merupakan jaringan lintas kota. “Tersangka merupakan jaringan lintas kota. Daerah operasinya meliputi Gianyar, Denpasar dan Singaraja. Kami masih melakukan pengembangan,” jelasnya.

Dari tangan PGR, BNNK Gianyar menyita barang bukti berupa dua buah plastik klip kecil berisi kristal bening, diduga narkotika jenis sabu, yang disimpan dalam bungkus rokok bekas. Masing-masing dengan berat 1,11 gram bruto atau 0,91 gram netto. Kepada petugas, kedua tersangka mengaku barang haram tersebut dikonsumsi sendiri dan diedarkan. Kedua tersangka, dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Tersangka PGR yang rumahnya tak jauh dari kantor BNNK Gianyar ini mengaku, sudah mengkonsumsi narkoba sejak lulus SMA. “Awalnya ditawari teman, coba-coba, hingga akhirnya kecanduan. Saya sempat berhenti setelah menikah, tetapi kumat lagi saat ada masalah. Kalau pakai barang (sabu-red), inspirasi saya muncul,”  aku tersangka saat ditanya media.

Gara-gara narkoba, PGR mengaku cerai dengan istrinya. Dia pun menyesali perbuatannya karena dua anaknya harus diasuh orangtua PGR.

Sedangkan tersangka ABW mengaku, mengenal narkoba dari lingkungan kerjanya. “Karena hidup di zaman milenial, saya  ingin coba, kemudian kecanduan,” terangnya.

Selama tahun 2019 ini, BNNK Gianyar melakukan rehabilitasi terhadap tiga pengguna yang berusia sekitar umur 20 hingga 30 tahun. Para pengguna ini, atas kesadarannya,  melapor  dan  menyerahkan  diri ke BNNK Gianyar, dan selama masa rehab, mereka juga harus wajib lapor.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia