Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Lagi, Empat Penyelenggara Pemilu Tumbang

24 April 2019, 22: 50: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lagi, Empat Penyelenggara Pemilu Tumbang

KESEHATAN : Pemeriksaan kesehatan petugas penyelenggara dan pengawas Pemilu di Kabupaten Karangasem dan Tabanan yang berlangsung, Rabu (24/4). Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Puskesmas sesuai edaran Kementerian Kesehatan (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Jumlah penyelenggara Pemilu 2019 di Bali yang tumbang akibat terkuras staminanya saat menjalankan tugas terus bertambah.

Sampai dengan, Rabu (24/4), jumlahnya petugas di tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) yang tumbang bertambah lagi empat orang, sehingga total  ada sembilan orang yang sakit akibat lelah dan kurang istirahat.

Empat petugas yang sakit terdiri dari tiga orang KPPS atau Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS), di antaranya dari Karangasem, Badung, dan Tabanan. Kemudian seorang lagi, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Manggis, Karangasem.

“Berdasarkan update sampai Rabu, ada penambahan lagi empat orang. Jadi totalnya sembilan orang,” jelas Gede John Darmawan selaku anggota KPU Bali Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM di kantornya, Rabu (24/4).

Sebagian besar dari mereka menderita sakit akibat kelelahan. Bahkan, setelah KPU Bali menyisir informasi ke tingkat kabupaten/kota, seorang anggota KPPS dari Kabupaten Badung ada yang meninggal dunia.

Anggota KPPS yang meninggal tersebut berasal dari Badung, atas nama I Putu Rudiartawan.  Anggota KPPS 11 Banjar Temacun, Kuta, Badung itu meninggal Selasa (23/4) dini hari, sekitar pukul 04.00. Informasi sementara, dia meninggal akibat kecelakaan.

"Kami mau pastikan dulu. Yang di Badung ini meninggal saat tugas atau kelelahan,” imbuh mantan ketua KPU Denpasar tersebut.

Disinggung mengenai santunan, John menyebutkan bahwa nama-nama petugas tersebut sudah dilaporkan ke KPU RI. Saat ini, KPU RI juga sedang berusaha agar para penyelenggara pemilu yang meninggal atau sakit saat menjalankan tugas tersebut  mendapatkan santunan.

"Kami diminta mendata para petugas yang terkena musibah, karena KPU sedang berusaha memberikan santunan kepada anggota yang meninggal atau cacat, seperti stroke dan cacat," ucapnya.

Besarnya santunan, menurut John yang mengutip keterangan KPU RI, nilainya bervariasi. Mereka yang meninggal, santunannya diupayakan berkisar Rp 30 sampai Rp 36 juta, sedangkan yang cacat permanen berkisar Rp 10 juta.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi, pihaknya juga mendorong pemerintah memberikan tanda penghargaan kepada para petugas tersebut. “Sebab ini terjadi secara nasional. Kami dorong pemerintah memberikan penghargaan," sebutnya.

Banyaknya petugas penyelenggara pemilu yang tumbang, disikapi Dinas Kesehatan Bali dengan memobilisasi para petugas Puskesmas. Seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr I Ketut Suarjaya, pengerahan petugas Puskesmas, dilakukan sesuai arahan Kementerian Kesehatan lewat surat edaran Nomor HK.02.02/III/1681/2019.

“Kami juga sudah buatkan edaran ke semua Puskesmas untuk memeriksa semua petugas KPPS. Pemeriksaan kesehatan juga sudah dilaksanakan di beberapa daerah,” sebut dr Suarjaya yang dikonfirmasi secara terpisah.

Daerah yang sudah memobilisasi petugas Puskesmas, antara lain Buleleng, Karangasem, Badung, Tabanan, dan beberapa daerah lainnya. “Termasuk RS juga, dengan pembiayaan menggunakan JKN atau JKN KBS,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia