Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Duet Ayah-Anak Berpeluang Melaju ke DPRD

26 April 2019, 22: 24: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Duet Ayah-Anak Berpeluang Melaju ke DPRD

DIPREDIKSI LOLOS: I Nyoman Kartika (kiri) dan I Kadek Widya Sumartika. Ayah dan anak yang sama-sama bertarung jadi caleg di Bangli dan Klungkung. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Tidak cuma pasangan suami-istri (pasutri) yang maju jadi calon legislatif (caleg), ayah dan anak juga bersaing menduduki kursi dewan.  Caleg sedarah (ayah-anak) yang berpeluang lolos adalah I Nyoman Kartika dan I Kadek Widya Sumartika. Mereka maju sebagai caleg DPRD kabupaten melalui Partai Golkar.

 

Ini bukan pertarungan head to head antara ayah dan anak di satu daerah pemilihan (dapil). Mereka maju di kabupaten berbeda. Nyoman Kartika di dapil 5 Tembuku, Bangli, sementara sang anak yang berdomisili di Desa Selat, Kecamatan Klungkung, memilih nyaleg di Gumi Serombotan. Menariknya, ayah dan anak sama-sama pendatang baru dan sama-sama berpeluang lolos.

I Nyoman Kartika adalah satu new comer alias pendatang baru di antara enam caleg Golkar yang diprediksi meraih kursi. Lima lainnya merupakan incumbent. Politisi asal Dusun Bangbang Tengah, Desa Bangbang, Tembuku, Bangli itu memperkirakan meraup 2.444 suara di dapil Tembuku, Bangli, sedangkan anaknya I Kadek Widya Sumartika memperkirakan mengantongi 1.700 suara di dapil Klungkung. Keduanya berpeluang lolos di dapilnya masing-masing.

Meski pendatang baru di dunia politik, pengusaha ukiran stil Bali itu sudah dikenal di Tembuku. Nyoman Kartika, setidaknya punya pengalaman mengelola pemerintahan saat menjabat Bendesa Adat Bangbang selama 15 tahun. Kata dia, politik bukan bicara partai melulu. "Astungkara, hasil sementara ini merupakan buah kepercayaan masyarakat," ungkap Kartika kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (26/4).

Kartika mengaku tertarik mencalonkan diri sebagai anggota dewan karena ingin berjuang membenahi sistem pendidikan. Tak berlebihan bagi dirinya yang lima tahun silam memilih pensiun muda jadi guru PNS. "Banyak yang ingin saya benahi bersama pemerintah, khususnya pendidikan. Yang paling penting soal teknologi dan penyebaran tenaga pendidik yang merata," ucapnya menegaskan.

Begitu juga dengan Sumartika alias Dek Bombom yang maju sebagai calon dewan Klungkung. Kata Kartika, anaknya kian termotivasi dengan banyaknya caleg muda yang mengabdi jadi wakil rakyat. Kartika menaruh harapan besar supaya anaknya juga berjuang meningkatkan kualitas pendidikan.

Di sisi lain, keinginan Nyoman Kartika masuk partai tiada lain adanya dorongan keluarga. Dia juga memperhatikan besarnya peluang lolos di desanya. Semasih jadi guru, Kartika mengaku belum begitu tertarik jadi politisi. Namun belakangan, lingkungan yang membentuk pribadinya seperti sekarang. Pun saat berkumpul, baik Kartika dan Sumartika, kerap berdiskusi soal partai. Apakah ada paksaan supaya sama-sama nyaleg? "Enggak lah. Anak saya murni ingin jadi politisi," tegasnya.

Tidak ada rasa berat ketika memilih pensiun dini di usia 56 tahun. Menurut pria kelahiran 1961 itu, keputusan hijrah dari guru SD ke partai politik, 2014 silam, sudah dipertimbangkan bersama keluarga, anak, terutama istri Ni Kadek Sukartini. Mengapa harus DPRD? "Gimana ya. Sudah saatnya ngayah (mengabdi) toh," katanya.

Kartika aktif terjun ke masyarakat sejak lama. Bahkan sebelum gabung ke partai kuning berlambang beringin itu, setiap ada renovasi pura, dia selalu ikut ambil bagian. Begitu juga anaknya. Sumartika rajin menyambangi komunitas-komunitas dan perkumpulan pemuda. Bahkan prediksinya, sebagian pemilih berasal dari kalangan anak muda. "Anak saya, kalau ada pertandingan voli, dia selalu ikut. Sampai ikut main berbaur," terang Kartika.

Apabila menduduki kursi dewan Bangli, Kartika bertekad akan bekerja profesional. Baginya, suara yang ia peroleh adalah bukti nyata tingginya kepercayaan masyarakat Tembuku. Ditanya soal acara syukuran? "Ha..ha..ha.. belum kepikiran sampai situ," tukasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia