Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sebagian Jalan Koptu Rohmat Suharto Belum Diaspal

27 April 2019, 10: 21: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sebagian Jalan Koptu Rohmat Suharto Belum Diaspal

SATU MOTOR: Banyak warga yang melintas di jalur penghubung Gianyar-Bangli di Jeruk Mancingan, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Puluham tahun warga dari Desa Penglumbaran maupun Pengiangan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli melintasi Jalan Koptu Rahmat Suharto. Untuk bisa sampai di wilayah Tampaksiring, Gianyar. Jalan itu memang menghubungkan dua kabupaten, Gianyar dan Bangli.

Meski acap dilintasi warga, jalan itu belum diaspal. Yang sudah diaspal hanya dari Banjar Pengiangan Kawan menuju wilayah Banjar Jeruk Mancingan, Desa Penglumbaran. Sisanya yang menuju ke barat memasuki perbukitan dan ladang masih berupa tanah. Berdasarkan pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), kemarin (26/4), lebar jalan hanya bisa dilalui dua sepeda motor.

Warga sekitar berharap jalan itu bisa diaspal. Sebab banyak warga yang melintasinya untuk pergi berjualan dan sekolah. Menurut warga yang wanti-wanti minta namanya tidak dikorankan ini, ada belasan anak dari wilayah Banjar Pengiangan Kawan, Desa Pengiangan yang sekolah ke Desa Manukaya. Sisanya juga dari Desa Penglumbaran.

Mereka memilih sekolah ke sana lantaran jarak yang lebih dekat mencari sekolah. Letak pemukiman yang tegolong jauh ke barat membuat warga memilih menyekolahkan anaknya ke Tampaksiring ketimbang keluar menuju Bangli. "Memang lebih dekat kalau ke Manukaya," ujar warga tersebut.

Perbekel Penglumbaran, I Wayan Artawan menegaskan, jalan yang belum diaspal bukan kewenangan Pemkab Bangli. "Itu sudah punya wilayah Gianyar. Dan memang jalan Bangli sampai yang diaspal saja," kata Artawan, kemarin.

Dia menjelaskan, Jalan Koptu Rohmat Suharto dibangun melalui bantuan program ABRI Masuk Desa (AMD) yang kini disebut TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). Jalan yang dibangun pada 1992 itu telah memakan korban saat pembangunannya. Salah seorang prajurit wafat tertimbun longsor saat pembebasan lahan jalan. "Makanya nama jalan dipakai nama beliau," jelas Artawan.

Terkait pengaspalan, sempat ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan provinsi kala pemerintahan Gubernur Made Mangku Pastika. Namun untuk kelanjutan penyambungan jalur penghubung antarkabupaten itu hingga kini belum ada kepastian. Dirinya berharap warga sekitar bisa maklum. "Karena bukan kewenangan Bangli. Kalau jalan Rohmat Suharto sudah diaspal hotmix semua," pungkasnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia