Rabu, 26 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

40 Ekor Curik Bali Dilepas di Bali Safari Park

27 April 2019, 10: 53: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

40 Ekor Curik Bali Dilepas di Bali Safari Park

SIAP DILEPAS: Curik Bali yang dilepas ke alam bebas di Bali Safari Park, Gianyar, Jumat (26/4) kemarin. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Sebanyak 40 ekor burung Curik Bali dilepas di kawasan Bali Safari Park, Gianyar, Jumat (26/4) kemarin. Langkah itu sebagai salah satu bentuk komitmen dalam membangun fasilitas penangkaran dan melepasliarkan Curik Bali yang telah menghadapi ancaman kepunahan akibat kerusakan habitat.

Ketua Asosiasi Pelestari Culik Bali (APCB) Tony Sumanpau menjelaskan, pihaknya telah memasang mikro chip pada badan burung yang dilepas tersebut. “Kalau ada yang menangkapnya setelah dilepas, akan mudah kita lacak dan data. Bahkan 40 ekor burung ini lebih banyak jumlah betinanya dari pada yang jantan, yakni betina 35 dan jantan 5 ekor. Sehingga kita coba lepas dulu supaya berkembang biak,” jelasnya. 

Pemilihan kawasan Bali Safari Park sebagai tempat pelepasliaran Curik Bali, telah melalui kajian habitat sebelumnya. Yaitu sebanyak 38 spesies burung dari 19 family, ditemukan di dalam Kawasan Bali Safari tersebut. Kondisi itulah yang menjadi indikasi kawasan ini memiliki daya dukung yang baik bagi perkembangbiakan Curik Bali kedepannya. 

Di sela-sela acara pelepasliaran, juga dilaksanakan penandatangan komitmen bersama pelestarian burung berkicau dan satwa liar dilindungi. Terdiri atas Pemprov Bali, BKSDA Bali, Pemkab Gianyar, Polres Gianyar, Bali Safari Park dan Kepala Desa Medahan, Serongga dan Lebih. “Selain kajian habitat, telah dilaksanakan sosialisasi program pelepasliaran Curik Bali yang ditujukan kepada masyarakat di tiga desa. Yakni Desa Medahan, Lebih dan Serongga. Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat lebih mencintai Curik Bali. Sehingga terbangun rasa kepedulian,” imbuhnya. 

Pada tempat yang sama, salah satu penangkar Curik Bali Ngakan Nyoman Sumantra mengaku juga menangkar burung secara kelompok. “Kalau dilepas ini untuk bertahan hidup tidak susah sebenarnya. Hanya saja sesuai keberadaan pakannya kan masih banyak ada di sekitar sini. Begitu juga salah satu predator yang berpengaruh pada populasinya,” papar dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengaku Culik Bali memiliki tingkatan stres. Namun terpenting, pakannya dalam sehari-hari cukup saat burung tersebut merasa lapar, yakni berupa kroto atau telur serangga. “Ini kan kombinasi tidak seratus persen dilepas. Karena sewaktu-waktu bisa saja dia akan datang ke sini kembali, ketika merasa kekurangan pakan. Begitu juga dia akan mengalah, ketika tempatnya diambil oleh satwa lain.  Kalau untuk harga, satu ekornya itu bisa mencapai Rp 15 hingga Rp 16 juta,” tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia